TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mayapada Healthcare Group menjalin kerja sama dengan China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), salah satu perusahaan konstruksi terbesar di dunia, untuk pembangunan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).
MHJS diproyeksikan menjadi rumah sakit swasta terbesar dan terluas di Indonesia.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kedua perusahaan dilakukan oleh President Commissioner Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir bersama Deputy General Manager of CSCEC Shenzhen Headquarters, Tina He, serta General Manager of CSCEC Division 4 International, Bai Jinsong.
Navin Sonthalia, President Director & CEO Mayapada Healthcare mengatakan, penunjukan CSCEC
menunjukkan keseriusan Mayapada Healthcare menggandeng mitra konstruksi kelas dunia yang memiliki
rekam jejak nyata. Infrastruktur rumah sakit berperan penting untuk menciptakan pengalaman pasien yang aman, nyaman, dan berstandar global.
"Melalui kolaborasi ini, kami memastikan MHJS Tower 3 dibangun dengan standar internasional, teknologi modern, serta mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang," ungkapnya dikutip MInggu, 21 Desember 2025.
Dia menjelaskan, Tower 3 MHJS akan dilengkapi fasilitas medis generasi baru untuk menjawab tantangan layanan kesehatan tingkat lanjut.
Tower 3 dibangun di atas lahan seluas 26.917 meter persegi dan total luas bangunan tower ini akan mencapai 110.209 m2 yang mencakup 24 lantai dan 4 basement. S
Tower 3 MHJS akan dilengkapi teknologi medis canggih, mencakup layanan kanker berbasis nuclear
medicine, bedah non-invasif untuk tumor otak, layanan jantung minimal invasif, bedah ortopedi berbasis
robotik, serta rehabilitasi medis terpadu.
Baca juga: Didukung Infrastruktur dan Sejarah, Jakarta Bersiap Jadi Ikon Wisata Bahari Nasional
MHJS akan bermitra dengan Apollo Hospitals India, untuk menjadikan Tower 3 sebagai pusat alih pengetahuan dan kompetensi untuk para dokter ahli, spesialis serta meningkatkan kualitas
layanan unggulan (center of excellence). Tower 3 MHJS diproyeksikan mulai beroperasi pada semester
kedua 2027.
Charlie Salim, Chief Project & Facility Officer Mayapada Healthcare menambahkan, kerja sama ini
merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya bersama CSCEC, yaitu pembangunan automated vertical
parking building di Mayapada Hospital Surabaya.
Baca juga: Kontraktor Hulu Migas Wajib Terapkan TKDN Agar Industri Lokal Tak Hanya Jadi Penonton
"Pengalaman global CSCEC menjadi fondasi penting dalam mendukung penerapan standar konstruksi yang konsisten dan andal bagi pengembangan fasilitas kesehatan dalam naungan Mayapada Healthcare," ungkapnya.
CSCEC merupakan perusahaan kontraktor kelas dunia yang telah merealisasikan berbagai proyek berskala
besar dan kompleks, seperti rumah sakit di Kamboja, Laos, dan China berkapasitas besar hingga 2.000 bed.
CSCEC juga berpengalaman menggarap proyek-proyek ikonik di Asia, Eropa, Timur Tengah, termasuk proyek gedung pencakar langit (skyscraper) di Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait dan di China.
Di Indonesia, CSCEC turut terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional, termasuk pembangunan tol, pabrik, serta sejumlah proyek komersial di berbagai kota besar.
Baca tanpa iklan