TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan dua mata acara.
Dua acara itu yaitu persetujuan perubahan anggaran dasar perseroan dan pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 termasuk dengan Perubahannya.
Rapat menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan antara lain dalam rangka penyesuaian dengan peraturan perundang-undangan, penyusunan kembali seluruh ketentuan dalam anggaran dasar perseroan.
Kemudian,memberikan kuasa dan wewenang kepada direksi perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan perubahan anggaran dasar.
Rapat juga menyetujui untuk memberikan wewenang dan kuasa kepada dewan komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B Terbanyak untuk menyetujui RKAP Perseroan Tahun 2026 termasuk dengan perubahannya.
Corporate Secretary SMGR, Vita Mahreyni mengatakan, perseroan menyambut positif keputusan RUPSLB, untuk mendukung inisiatif Perseroan dalam menjalankan operasi bisnis secara efektif dan efisien.
Di tengah tantangan industri yang dinamis, kata Vita, perseroan perlu bergerak cepat untuk merespons segala bentuk perubahan agar tetap unggul dan menjadi yang terdepan.
"Keputusan Rapat tersebut memperkuat langkah transformasi SMGR dalam menghadapi dinamika bisnis karena Perusahaan akan memiliki ruang untuk pengambilan keputusan strategis yang lebih efisien dan responsif," papar Vita dikutip Kamis (25/12/2025).
Menurutnya, kondisi industri pada tahun ini penuh tantangan, tetapi transformasi yang dilakukan perseroan berhasil mempertahankan kinerja operasional yang solid serta menjaga profitabilitas.
"Ini dilakukan melalui peningkatan efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio pasar ekspor dan regional untuk menyiasati perlambatan permintaan pasar domestik," paparnya.
Pasar Ekspor
Saat ini operasi perseroan didukung pabrik semen terintegrasi di 9 lokasi, pabrik pengemasan di 27 lokasi, 7 pabrik penggilingan semen, dan 7 pelabuhan, juga diperkuat oleh lebih dari 350 distributor baik di Indonesia maupun di Vietnam (TLCC), serta lebih dari 63.000 toko ritel di Indonesia.
Selain menyasar peningkatan penjualan domestik, perseroan juga membidik pasar ekspor untuk mengoptimalkan utilisasi.
Pada semester 1 tahun 2025, SMGR mencatatkan peningkatan yang cukup signifikan pada penjualan ekspor sebesar 24,9 persen.
Upaya perseroan untuk memaksimalkan pasar ekspor semakin kuat dengan dukungan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur, yang pengembangannya telah memasuki tahap uji coba yang berlangsung pada Maret – November 2025.
Baca tanpa iklan