News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Belanja Suku Cadang Lokal Industri Semen Mencapai Rp 809 Miliar

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRODUK LOKAL - Proses penggilingan wedge cooler (penyangga cross bar pada clinker cooler ) di workshop Kawani, Rancasari, Bandung, Jawa Barat. Total realisasi belanja produk dalam negeri (PDN) SMGR pada 2025 mencapai Rp21,79 triliun atau setara 93,47�ri total belanja barang dan jasa sebesar Rp23,32 triliun.

Ringkasan Berita:

  • Belanja suku cadang lokal mencapai Rp809 miliar pada 2025, naik dari tahun sebelumnya.
  • Total belanja produk dalam negeri mencapai Rp21,79 triliun atau 93,47 persen dari total pengadaan.
  • Strategi ini dorong TKDN, efisiensi, serta penguatan industri nasional berbasis ESG.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan belanja suku cadang lokal mencapai Rp809 miliar sepanjang 2025.

Angka tersebut naik 2,79% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp787 miliar, bahkan naik 164,3?ri baseline tahun 2020 sebesar Rp306 miliar.

Corporate Secretary SMGR, Vita Mahreyni mengatakan, peningkatan penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari inisiatif strategis untuk mendorong solusi dan inovasi berkelanjutan yang menjadi salah satu pilar dalam Sustainability Road Map SIG 2030.

Baca juga: Penjualan Semen Mencapai 37,93 Juta Ton di 2025, SMGR Catatkan Laba Rp191 Miliar

“Untuk mendukung peningkatan TKDN secara berkelanjutan, perseroan secara aktif melakukan pengembangan komponen suku cadang melalui kegiatan Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM, untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta daya saing produk dalam negeri,” tutur Vita dikutip Rabu (29/4/2026).

Vita menggaris bawahi langkah perseroan dalam implementasi sustainable procurement yang diarahkan untuk memperkuat pemasok domestik sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing.

Pendekatan ini pun menjadi bagian dari transformasi berbasis ESG (Environmental, Social, Governance) yang mendorong penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan.

Menurutnya, perusahaan mengintegrasikan penggunaan produk dalam negeri mulai dari pengadaan bahan baku, suku cadang, hingga jasa penunjang industri.

Strategi ini mendukung penguatan fundamental bisnis melalui efisiensi biaya dan optimalisasi rantai pasok berbasis sumber daya lokal, sebagai respons terhadap dinamika industri yang semakin kompetitif.

Komitmen tersebut terlihat dari total realisasi belanja produk dalam negeri (PDN) Perusahaan pada 2025 yang mencapai Rp21,79 triliun atau setara 93,47?ri total belanja barang dan jasa sebesar Rp23,32 triliun.

Vita menegaskan, keberlanjutan dan efisiensi menjadi fondasi utama operasional perusahaan.

“Kami memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Vita.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini