News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Apakah Isi BBM di Siang Hari Lebih Boros? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MENGISI BBM - Sejumlah kendaraan mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Timur, Kamis (1/1/2026). Masyarakat tidak perlu mengatur waktu khusus mengisi BBM seperti bensin dan solar. BBM mengalami pemuaian saat suhu meningkat, tetapi perubahan volumenya sangat kecil dan tidak signifikan. Tribunnews/Jeprima

 

TRIBUNNEWS.COM - Anggapan membeli bahan bakar minyak (BBM) pada siang hari lebih boros dibandingkan malam hari, masih dipercaya sebagian masyarakat.

Isu ini kerap membuat sebagian pengendara memilih mengisi bensin pada malam atau dini hari dengan harapan mendapatkan isi yang lebih "banyak".

Namun, benarkah demikian jika ditinjau secara ilmiah?

Menanggapi hal tersebut, dilansir laman resmi IPB, dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Leopold Oscar Nelwan, menjelaskan secara ilmiah anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi efeknya sangat kecil dan tidak signifikan dalam penggunaan kendaraan sehari-hari.

"Perbedaan tersebut memang ada. Hanya saja sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari," jelas Leopold.

Menurutnya, secara fisika BBM seperti bensin dan solar akan mengalami pemuaian ketika suhu meningkat.

Pemuaian ini menyebabkan volume BBM sedikit bertambah, sementara massa dan kandungan energi totalnya tetap. 

"Secara fisika, ini adalah sifat alami fluida. Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa besarnya pemuaian dapat diperkirakan melalui koefisien muai volumetrik.

Untuk bensin, koefisiennya berada pada kisaran 0,00095–0,0011 per derajat Celsius, sedangkan solar sekitar 0,0007–0,0009 per derajat Celsius.

Saat ini, sistem penjualan BBM masih berbasis volume (liter), bukan massa.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 Januari 2026, Ini Daftarnya di Seluruh SPBU Indonesia

Oleh karena itu, secara teori suhu memang dapat memengaruhi volume BBM yang diterima konsumen.

Pada rantai pasok di tingkat hulu, volume BBM umumnya telah dikoreksi ke suhu standar 15 derajat Celsius.

Namun, pada tingkat hilir atau konsumen, koreksi tersebut belum menjadi kewajiban.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini