News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menko Airlangga Sebut Prabowo Minta Program B40 Tetap Dijalankan, Kajian B50 Terus Dilakukan

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENERAPAN B50 TAHUN INI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika ditemui di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026). Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta agar program biodiesel B40 (campuran 40 persen bahan bakar nabati) tetap dipertahankan pada tahun ini.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta agar program solar dengan campuran biodiesel sawit 40 persen (B40) terus dipertahankan pada tahun ini.

Hal itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Padahal, sebelumnya pemerintah berencana menerapkan mandatori B50 pada 2026, yang telah ditegaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sejak akhir 2025.

Baca juga: Komisi IV DPR Minta Produktivitas Sawit Digenjot untuk Dukung Program Mandatori B40

Menurut Airlangga, Presiden Prabowo mengarahkan agar kajian B50 tetap dilanjutkan terlebih dahulu pada tahun ini.

"Tahun ini arahan Pak Presiden tetap B40. Untuk B50 kajian harus dilakukan terus-menerus," katanya ketika ditemui di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).

Airlangga menjelaskan, pemerintah masih harus mengkaji berbagai aspek, termasuk selisih harga antara bahan bakar minyak (BBM) dengan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku.

"Kita akan selalu melihat perbedaan harga antara harga fuel oil, harga BBM, dengan harga kelapa sawit, deltanya berapa," ujar Airlangga.

Ketika dipertegas bahwa apakah B50 tidak jadi diberlakukan sama sekali pada tahun ini, Airlangga tak menjawabnya secara gamblang.

Ia hanya menjawab bahwa kajian masih akan dilakukan. Uji coba pada sektor otomotif juga tetap berjalan. Namun, keputusan akan bergantung pada dinamika harga BBM dan kelapa sawit.

"Kajian diteruskan, otomotif percobaan juga lanjut, jadi kita tergantung dinamika harga," ucap Airlangga.

Terkait rencana penerapan B50 pada semester II tahun ini seperti yang pernah disampaikan Bahlil, Airlangga menegaskan bahwa arahan Presiden tetap B40 pada 2026.

Namun, opsi penerapan B50 pada semester II 2026 tidak tertutup apabila hasil kajian sudah matang.

"Kami siapkan ke semester 2, tetapi kami sekarang dengan skenario harga yang ada, arahan Bapak Presiden [tetapi] B40, tetapi siap B50," ucap Airlangga.

Sebelumnya, Bahlil pernah menyebut bahwa program mandatori biodiesel B50 akan menjadi kunci sebagai substitusi seluruh kebutuhan solar impor.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini