Ringkasan Berita:
- Di tengah overcapacity dan perlambatan pasar semen, SIG melanjutkan transformasi bisnis lewat inovasi dan solusi terintegrasi.
- SIG mendorong semen hijau rendah karbon serta layanan pendukung untuk proyek infrastruktur berkelanjutan.
- Kolaborasi dengan industri dan perbankan dinilai kunci memanfaatkan peluang pemulihan sektor konstruksi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri dan perbankan memberikan gambaran terkait pasar semen pada tahun ini, setelah sepanjang 2025 mengalami kelebihan pasokan.
Direktur Sales dan Marketing Semen Indonesia, Dicky Saelan mengatakan, perseroan terus memperkuat pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi.
"Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang,” kata Dicky dikutip Rabu (14/1/2027).
Baca juga: Industri Semen dan FMCG Sektor Paling Agresif Adopsi Energi Surya
Melalui SIG Infrastructure Summit, kata Dicky, perseroan memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Sejalan dengan proyeksi pemulihan industri semen dan ekonomi nasional, sektor perbankan menekankan pentingnya pemanfaatan momentum pertumbuhan.
VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri, Dendi Ramdani yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan berdasarkan kajian dan proyeksi internal penjualan semen nasional diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 2,5 persen pada 2026.
Hal ini didorong peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti, meskipun industri masih dihadapkan pada tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi.
Ia menyebut, kondisi ini menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi melalui inovasi dan penguatan nilai tambah, sejalan dengan strategi yang dijalankan Semen Indonesia dalam menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan.
Baca juga: Asosiasi Semen Indonesia Usul Larangan Beroperasinya Truk Sumbu 3 Saat Nataru Maksimal 5 Hari
Direktur Operasi Semen Indonesia, Reni Wulandari mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan konstruksi berkelanjutan di Indonesia melalui penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan rendah karbon.
Reni juga berkesempatan memperkenalkan inovasi semen hijau yang diproduksi dengan material dan proses yang ramah lingkungan sehingga lebih rendah emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional.
"Semen hijau memiliki tingkat kandungan dalam negeri tinggi di atas 90 persen," paparnya.
Wakil Direktur Utama Semen Indonsia, Andriano Hosny Panangian, menyampaikan perusahaan meyakini pembangunan infrastruktur Indonesia harus sejalan dengan agenda transisi menuju rendah karbon agar Indonesia tetap kompetitif dan berdaya saing di tingkat global.
"Melalui SIG Infrastructure Summit, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, menggali peluang proyek strategis, dan bersama-sama menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah nyata bagi pembangunan Indonesia,” ujar Andriano.
Baca tanpa iklan