TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Senin (19/1/2025) berakhir menguat.
Tercatat, IHSG naik 0,27 persen atau bertambah 24,292 poin ke level 9.099,698.
Total volume perdagangan sesi pertama mencapai 37,5 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,8 triliun.
Sebanyak 350 saham naik, 337 saham turun, dan 116 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 9.098, Tak Lama Berbalik Melemah
Saham top gainers LQ45:
- PT Astra International Tbk (ASII) melonjak 4,96% ke Rp 7.400
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 4,59% ke Rp 2.960
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 2,68% ke Rp 113.975
Saham top losers LQ45:
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 5,70% ke Rp 745
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 5,61% ke Rp 7.575
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 4,49% ke Rp 2.340
Pergerakan Indeks Luar Negeri
Di sisi global, pasar saham Asia Pasifik mayoritas melemah pada perdagangan Senin.
Investor mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Greenland, serta rilis data ekonomi penting dari China.
Selama akhir pekan, Trump dan sejumlah pemimpin Eropa saling melontarkan pernyataan keras terkait wilayah Arktik tersebut.
Trump mengancam akan mengenakan tarif terhadap delapan negara Eropa dan menuntut kendali atas Greenland, yang merupakan bagian dari Denmark.
Para pemimpin Eropa merespons dengan menyebut ancaman itu sebagai tindakan yang “sepenuhnya keliru” dan “tidak dapat diterima”.
Dari kawasan Asia, China merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal IV, bersamaan dengan laporan penjualan ritel, investasi perkotaan, dan produksi industri periode Desember.
Indeks Hang Seng Hong Kong ambles 1,05%, sementara indeks CSI 300 China daratan turun tipis.
Baca tanpa iklan