Ringkasan Berita:
- Rupiah spot di level Rp 16.988 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,19 persen dari sehari sebelumnya Rp 16.955 per dolar AS.
- Faktor dalam negeri yang menekan rupiah yaitu ada kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal Indonesia yang kembali mencuat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada awal perdagangan Selasa (20/1/2027) masih melanjutkan pelemahan.
Sekitar pukul 09.03 WIB, rupiah spot di level Rp 16.988 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,19 persen dari sehari sebelumnya Rp 16.955 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, faktor dalam negeri yang menekan rupiah yaitu ada kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal Indonesia yang kembali mencuat.
Baca juga: Rupiah Melemah Pasca Thomas Masuk Bursa Deputi Gubernur BI, Menkeu: Itu Spekulasi
Kekhawatiran itu setelah defisit anggaran 2025 mendekati batas 3 persen, sedangkan penerimaan negara masih lemah.
"Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang rupiah," kata Ibrahim.
Menurutnya, Bank Indonesia (BI) sebenarnya disebut sudah melakukan intervensi untuk mengendalikan volatilitas, tetapi terdapat cukup banyak keterbatasan dari sisi kebijakan.
Ia menyebut BI secara rutin melakukan pembelaan terhadap rupiah, baik di pasar DNDF maupun pasar NDF.
"Namun, toleransi Bank Indonesia terhadap pelemahan rupiah yang moderat dapat membatasi efektivitas intervensi tersebut," ujar Ibrahim.
Guna menopang mata uang rupiah, BI diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan saat rapat kebijakan pada Rabu mendatang.
BI juga disebut telah mengerahkan berbagai instrumen untuk menahan pelemahan rupiah.
Upaya itu dilakukan melalui penyesuaian penerbitan surat berharga bank sentral, intervensi di pasar valuta asing, serta pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder.
Selain itu, rencana pemerintah untuk memperketat pengelolaan devisa hasil ekspor dinilai dapat memberikan bantalan bagi rupiah.
"Namun, para analis tetap menyuarakan kekhawatiran bahwa defisit fiskal tahun ini berpotensi melebar melampaui batas hukum 3 persen, seiring upaya pemerintah meningkatkan belanja di tengah lemahnya penerimaan pajak," ucap Ibrahim.
Mata Uang Negara Asia
Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini.
Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,35 persen, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,20 persen, rupiah melemah 0,19 persen, baht Thailand melemah 0,05 persen, dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Hong Kong melemah 0,01?n peso Filipina yang melemah 0,003% terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Ringgit Malaysia naik 0,06%, yen Jepang menguat 0,04?n yuan China menguat 0,03% terhadap dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,06, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,39.
(Tribunnews/Kontan)
Baca tanpa iklan