News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kadin: Keberhasilan BUMN Tekstil Bukan Sekadar Untung, tapi Transformasi Industri

Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BUMN TEKSTIL - Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin mengatakan, keberhasilan BUMN tekstil tidak semestinya diukur semata dari capaian keuntungan besar dalam waktu singkat.

Ringkasan Berita:

  • Keberhasilan BUMN tekstil tidak semestinya diukur semata dari capaian keuntungan besar dalam waktu singkat
  • Kemampuan BUMN tekstil dalam menekan biaya produksi juga menjadi faktor krusial. Salah satunya melalui pengelolaan biaya energi yang lebih terkendali dan berkelanjutan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil terus menjadi perhatian dunia usaha.

Seperti diketahui, wacana ini pertama kali disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dengan rencana dukungan pendanaan awal dari Danantara Indonesia senilai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 101 triliun.

Setelah menilai BUMN tekstil berpotensi menjadi penopang industri nasional, para pelaku usaha melihat apa saja indikator keberhasilan yang realistis dan berorientasi jangka panjang pada rencana tersebut.

Baca juga: Kadin Sarankan Investasi BUMN Tekstil Fokus ke Hulu dan Intermediate

Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin mengatakan, keberhasilan BUMN tekstil tidak semestinya diukur semata dari capaian keuntungan besar dalam waktu singkat.

"Keberhasilan BUMN tekstil tidak semata-mata diukur dari untung besar dalam waktu singkat. Indikator yang lebih realistis antara lain berkurangnya impor bahan baku tekstil, meningkatnya penggunaan produk tekstil dalam negeri, serta naiknya produktivitas tenaga kerja karena mesin yang lebih modern dan pelatihan yang lebih baik," tutur Saleh kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Kemampuan BUMN tekstil dalam menekan biaya produksi juga menjadi faktor krusial. Salah satunya melalui pengelolaan biaya energi yang lebih terkendali dan berkelanjutan.

Baca juga: Kadin Dukung Ide Pendirian BUMN Tekstil untuk Topang Industri Nasional

"Indikator lain yang penting adalah biaya energi yang lebih terkendali dan berkelanjutan, sehingga pabrik tidak lagi kalah bersaing hanya karena listrik atau gas mahal," jelasnya.

Menurut Saleh, peran BUMN tekstil juga akan sangat terasa apabila mampu menjadi penopang bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan bahan baku yang stabil, berkualitas dan berharga kompetitif, sehingga IKM tidak lagi sepenuhnya bergantung pada impor.

"Jika BUMN tekstil juga mampu menjadi penopang bagi IKM, misalnya dengan menyediakan bahan baku yang stabil dan berkualitas, maka perannya akan terasa nyata bagi industri nasional," ucapnya.

Kadin menilai, keberhasilan BUMN tekstil harus dimaknai sebagai keberhasilan transformasi industri. Bukan sekadar bertahan, tetapi berubah menjadi lebih efisien, modern dan adaptif terhadap tekanan global. 

"Dalam konteks ini, keberhasilan berarti industri tekstil tidak ‘mati’, tetapi bertransformasi menjadi lebih efisien, modern dan tahan terhadap guncangan impor dan tekanan global," ungkap Saleh.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini