TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pedagang daging sudah kembali berjualan seperti biasa setelah sempat mogok berjualan karena mahalnya harga daging sapi yang mereka beli dari feedlot.
Pemerintah dan pelaku usaha menyepakati harga sapi hidup di tingkat feedlot sebesar Rp 55 ribu per kilogram.
"Pedagang alhamdulillah sudah 100 persen berdagang," kata Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging (JAPPDI) Asnawi kepada Tribunnews, dikutip Selasa (27/1/2026).
Ia menyebut harga daging sapi di tingkat pedagang eceran kini berada pada kisaran mulai Rp 130 ribu per kilogram.
Asnawi menekankan tingginya harga bukan disebabkan pedagang eceran, melainkan berasal dari pengusaha feedlot di hulu yang memiliki sapi.
"Pedagang aja paling lapaknya cuma lebar 1,5 kali 2, itu juga adu pantat dengan pedagang lainnya. Kalau untuk kenaikan bukan dari pedagang langsung, [tapi] dari pemilik sapi di hulu, feedlot," ujarnya.
Ia menjelaskan harga sapi hidup di feedlot pada 2025 tercatat sekitar Rp 47 ribu per kilogram. Pekan lalu, saat aksi mogok bergulir, harga telah mencapai Rp 55.500 per kilogram.
Baca juga: Daftar Harga Bahan Pangan di Pulau Jawa 26 Januari 2026: Daging Sapi di Banten dan DIY Naik
Di sisi pengusaha feedlot, disebut terjadi kenaikan biaya operasional yang menambah beban untuk karantina sementara, penanganan, sewa kandang, hingga pakan, dengan rentang Rp 500–700 per kilogram.
Jika dijumlahkan, biaya tersebut membuat harga sapi hidup naik menjadi sekitar Rp 56.700 per kilogram. Ini masih berupa sapi hidup, belum daging sapi potong atau karkas.
Setelah dipotong, harga sapi hidup berubah menjadi karkas dengan nilai sekitar Rp 109 ribu per kilogram. Pada November 2025 nilainya masih berada di posisi Rp 93–94 ribu per kilogram.
Saat sampai ke pedagang daging di pasar, harga jual ke konsumen menyentuh kisaran Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu per kilogram, dengan potensi mencapai titik tertinggi Rp 150 ribu.
Harga Rp 55 ribu per kilogram untuk sapi hidup di tingkat feedlot hasil kesepakatan pemerintah dan pengusaha ini akan diberlakukan sampai perayaan Idul Fitri nanti.
Aksi mogok jualan yang singkat pada pekan lalu telah menyita perhatian Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman.
Amran bilang jika ada pengusaha yang memainkan harga daging sapi, pihaknya akan langsung mencabut izin usahanya.
Baca tanpa iklan