News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Saham Konglomerat RI Ambles Usai Pengumuman MSCI, Mana yang Mencoba 'Melawan'?

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IHSG MELEMAH - Pengunjung bermain handphone di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saham-saham konglomerat Indonesia mengalami tekanan pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026).

Penyebab tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena adanya pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham publik alias free float di pasar saham domestik.

MSCI adalah perusahaan riset yang menyediakan indeks dan data pasar saham global yang sering dijadikan acuan bagi investor institusi maupun individu dalam membuat keputusan investasi.

Baca juga: IHSG Jatuh 7 Persen Setelah MSCI Bekukan Perubahan Evaluasi Saham RI

Dalam pengumumannya, MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme free float di Tanah Air.

Keputusan MSCI ini berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik yang berasal dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka anjlok ke level 8.393,51, dan sempat tertekan hingga 7 persen.

Kemudian mengalami penguatan lagi sekitar pukul pukul 09.57 WIB, terkoreksi 5,28% pada posisi 8.506,45.

Saham Konglo Anjlok

Imbas dari kabar tersebut, saham emiten yang terafiliasi dengan para konglomerat di Indonesia anjlok, bahkan beberapa mencatatkan penurunan lebih dari 10%.

Saham milik Keluarga Bakrie misalnya, yang kompak tertekan seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi 14,53% hingga pukul 10.10 WIB, dan kontraktornya PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang turun 13,43%.

Sementara itu saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti yang berafiliasi dengan kelompok Salim dan Agung Sedayu, turun 14,89%.

Dari grup Prajogo Pangestu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 14,81%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 10,96%, PT Petrosea Tbk (PTRO) merosot 14,87%, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 11,84%.

Tercatat hanya ada segelintir saham emiten konglomerat yang terkoreksi cukup tipis. 

Di antaranya saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik Low Tuck Kwong turut terkoreksi 0,60%, serta saham milik Boy Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang masing-masing terkoreksi 2,62?n 2,52%.

Lalu ada saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga mulai menguat ke level kisaran Rp6.850 setelah sebelumnya turun ke Rp.6.600.

Tercatat, IHSG jelang penutupan perdagangan sesi satu hari ini kembali tertekan hingga 7,18 persen sekitar pukul 11.43 WIB ke level 8.334,41.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini