Direktur Sales dan Operasional IST Ery Aryasa Ramadhian menambahkan, pihaknya mengintegrasikan pemetaan risiko wilayah, patroli berbasis intelijen lapangan, penguatan SDM, serta command center dan analitik data sebagai bagian dari early warning system.
Dia menilai sinergi antara pendekatan analitik dan manajemen risiko terintegrasi menjadi faktor penting menjaga ketahanan energi nasional.
“Dengan kemampuan mengantisipasi risiko lebih awal, langkah mitigasi dapat dirancang lebih terukur. Keandalan pengamanan hulu migas pada akhirnya menjadi faktor sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional,” ujarnya.
Baca tanpa iklan