TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mendapati dugaan akan dinaikkannya harga karkas daging sapi oleh Rumah Potong Hewan (RPH) Intisari 4 di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Berdasarkan informasi yang didapat, RPH Intisari 4 akan menaikkan harga Rp 1.000 per kilogram karkas dengan alasan rekondisi sapi dan faktor lainnya.
Hal ini dinilai melanggar kesepakatan emerintah bersama pelaku usaha penggemukan sapi/kerbau bakalan (feedloter) yang sepakat tidak menaikkan harga berat hidup sapi/kerbau bakalan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Pemerintah dan pengusaha menyepakati harga di tingkat feedloter sampai dengan Lebaran nanti maksimal di Rp 55 ribu per kg.
Setelah ditelusuri ke RPH Intisari 4, Satgas Saber menemukan adanya upaya menaikkan harga, padahal di tingkat feedloter tidak terjadi kenaikan harga.
"Kita minta RPH Intisari 4 segera melakukan penyesuaian dan tidak boleh menaikkan harga," kata Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa dikutip dari siaran pers pada Selasa (3/2/2026).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda memastikan RPH Intisari 4 telah berkomitmen mengembalikan ke harga semula.
"Tadi sudah ditelusuri, ternyata memang akan segera dilakukan pengembalian harga ke harga normal," kata Agung. "Harga di tingkat feedloter saat ini masih normal, sehingga di RPH-nya juga harus dilakukan koreksi," jelasnya.
Baca juga: Pasca Aksi Mogok Pedagang, Harga Daging Sapi Turun ke Rp130 Ribu Per Kg
Ketut turut mengingatkan pedagang pasar agar tidak menaikkan harga jual kepada masyarakat apabila harga di RPH telah dikembalikan ke tingkat semula.
Menurut dia, hal tersebut sudah sesuai arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman.
Pasokan daging sapi dan kerbau secara nasional saat ini dinilai masih mencukupi. Ketut menyatakan, stabilisasi harga daging ruminansia bagi masyarakat bakal terus terjaga agar tidak berfluktuasi.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, status ketersediaan komoditas pangan pokok strategis masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan atau bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Baca juga: Mulai Hari Ini, Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan: Harga Makin Mahal
Pasokan daging sapi/kerbau pun dipastikan masih cukup aman sampai Maret dengan total ketersediaan pada Januari sampai Maret 2026 mencapai 185,4 ribu ton.
Stok tersebut berasal dari stok awal tahun sebanyak 41,6 ribu ton, lalu ditambah produksi dan hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan di angka 125,2 ribu ton, serta impor daging beku 18,5 ribu ton.
Baca tanpa iklan