News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rupiah Melemah ke Rp 16.776 per Dolar AS Pada Rabu 4 Februari

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di money changer DolarAsia, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada perdagangan Rabu (4/2/2026) sore, rupiah ditutup melemah ke Rp 16.776 per dolar Amerika Serikat (AS) dari Rp 16.754.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkap bahwa pelemahan rupiah ini seiring dengan indeks dolar AS yang mengalami penguatan.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.770-16.800," katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu ini.

Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah Rp 16.763 per Dolar AS Rabu Pagi

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas itu mengungkap sejumlah faktor dari luar dan dalam negeri yang mempengaruhi pelemahan rupiah pada Rabu sore ini.

Dari luar negeri, pertama adalah ketegangan antara AS dan Iran. Negeri Paman Sam telah menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.

Presiden AS Donald Trump pun mempertimbangkan potensi serangan militer terhadap Iran.

Sementara itu, Iran menuntut agar pembicaraan dengan AS minggu ini berlangsung di Oman, bukan di Turki, dan agar ruang lingkupnya dibatasi hanya pada percakapan dua arah mengenai isu nuklir.

"Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar negosiasi AS-Iran," ujar Ibrahim.

Faktor kedua adalah data manufaktur AS yang membentuk pandangan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) belum akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter.

Faktor ketiga adalah Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute for Supply Management (ISM) melonjak menjadi 52,6 pada Januari dari 47,9 pada Desember.

Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.754 per Dolar AS Pada Selasa 3 Februari

Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 48,5, sedangkan PMI Manufaktur Global S&P sedikit meningkat menjadi 52,4 dari 51,9.

"Fokus pasar hari ini adalah laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP, yang dijadwalkan akan dirilis malam nanti pukul 20.15 WIB," ucap Ibrahim.

Dalam Negeri

Faktor dari dalam negeri adalah Bank Dunia yang menilai Indonesia sulit keluar dari jebakan status negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini