Data tersebut dirilis tepat sebelum Tiongkok memasuki liburan Tahun Baru Imlek selama sepekan.
Ibrahim menyebut Tahun Baru Imlek merupakan sebuah peristiwa yang diperkirakan akan mendorong peningkatan permintaan bahan bakar di negara tersebut.
Faktor Internal
Faktor pertama dari dalam negeri adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memperkirakan penerimaan pajak 2026 bisa melampaui target yang ditetapkan pada APBN, yakni Rp 2.357,7 triliun.
Purbaya optimistis tahun ini penerimaan pajak bisa melampaui targetkan karena penerimaan pada Januari 2026 sudah melonjak 30,8 persen secara tahunan.
Pemerintah memasang target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp 2.357,7 triliun atau tumbuh 7,69 persen secara tahunan dari target APBN 2025 sebesar Rp 2.189,3 triliun.
Tahun lalu, realisasi penerimaan pajak hanya Rp 1.917,6 triliun, sehingga terjadi shortfall sebesar Rp 271,7 triliun.
"Artinya, basis pertumbuhan dari realisasi tahun lalu untuk mengejar target tahun ini menjadi lebih tinggi yakni 22,9 persen," kata Ibrahim.
Dengan kata lain, Ibrahim menyebut pemerintah harus mengejar tambahan setoran Rp 440,1 triliun untuk mencapai target 2026 dari basis realisasi 2025.
Faktor kedua adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru meningkat 3,5 poin dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127 pada Januari 2026.
Level IKK tersebut menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir atau sejak Januari 2025 sebesar 127,2.
IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga. IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100.
"Artinya, indeks kepercayaan konsumen pada Januari 2026 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan," kata Ibrahim.
Baca tanpa iklan