News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Pangan

Mendag Budi Pastikan Kenaikan Harga Daging Ayam Bukan karena Program MBG

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HARGA DAGING AYAM MAHAL - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026). Ia mengatakan kenaikan harga daging ayam menjelang Ramadan karena kebutuhan masyarakat yang juga meningkat.

Ia memastikan harga daging ayam menjelang Ramadan ini akan terus dijaga agar selalu sesuai dengan harga acuan yang ditentukan pemerintah.

Keresahan akan kenaikan harga daging ayam dirasakan oleh warganet di media sosial X.

Akun @pppk**** mengunggah cuitan yang bertuliskan, "Breaking news!! Harga ayam sekilo sudah menyentuh 46rb."

Cuitan yang diunggah pada 16 Februari 2026 itu per Selasa (17/2/2026) pukul 11.13 WIB sudah dilihat 460 ribu kali.

Warganet lain pun saling melaporkan harga daging ayam dari daerah mereka.

Ada akun @ibubi***** yang menyebutkan harga daging ayam bagian sayap sebesar Rp 40 ribu per kg dan ayam dada fillet Rp 60 ribu per kg di sebuah pasar di Jakarta Pusat.

Kemudian, ada akun @roastedpo**** yang melaporkan harga daging ayam dada dan paha fillet di Bekasi dibanderol sebesar Rp 65 ribu per kg.

Selain di Jakarta dan Bekasi, seorang warganet dengan akun @MATS*** mengungkap bahwa harga daging dada ayam fillet sudah mencapai Rp 57 ribu per kg di Tangerang.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Tribunnews di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2026), harga daging ayam mengalami kenaikan signifikan menjelang Ramadan.

Seorang pedagang bernama Sari (nama samaran) membanderol satu kilogram daging ayam bagian paha sebesar Rp 55 ribu per kilogram (kg).

Untuk bagian sayap, Sari membanderolnya sebesar Rp 45 ribu per kg. Sementara itu, satu ayam utuh dihargai Rp 50 ribu per kg.

"Naik banget, parah banget ini," katanya ketika ditemui Tribunnews di stan dagangannya.

Menurut dia, kenaikan harga sudah terasa sejak sekitar satu bulan terakhir.

Ia menduga lonjakan harga dipicu keterbatasan stok dari tempat pemotongan ayam yang menjadi pemasoknya.

Keterlambatan pengiriman membuat jumlah barang yang diterima berkurang, sedangkan permintaan dari pembeli tetap tinggi.

Kondisi tersebut membuat harga ayam di tingkat pedagang eceran mengalami kenaikan. Sari tak kuasa menahan kekecewaannya.

"[Daging ayam] yang minatnya banyak, tapi stoknya sedikit, jadinya kan susah. Kalau ayam sudah telat datang pasti dia udah naik. Makanya parah banget," ujarnya. 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini