Ringkasan Berita:
- Menhub juga menyampaikan keprihatinan atas masih ditemukannya ketidakpatuhan sebagian pengusaha logistik yang tetap mengoperasikan truk sumbu tiga
- Menhub Dudy menilai pelanggaran terhadap kebijakan pembatasan tersebut turut berkontribusi terhadap meningkatnya kepadatan dan antrean kendaraan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudy Purwagandhi merespons soal macet horor di Pelabuhan Gilimanuk, Bali saat momen mudik lebaran IdulFitri 2026.
Menhub menyebut, pemerintah akan mengupayakan berbagai cara agar kemacetan di pelabuhan tidak kembali terjadi.
Salah satu upayanya yakni dengan menerapkan buffer zone di pelabuhan dan menambah armada kapal laut untuk mengangkut pemudik.
"Gilimanuk itu yang pasti Gilimanuk kita menyiapkan buffer zone, kita tambah kapal," kata Dudy saat ditemui awak media di Kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Menurut Dudy, dengan penambahan kapal tersebut nantinya akan ada pemisahan kendaraan antara yang berdimensi besar dengan yang kecil.
Kata dia, kendaraan besar dalam hal ini truk pengangkut barang muatan akan dialihkan sementara ke buffer zone, sementara kendaraan kecil akan didahulukan masuk ke dalam kapal.
"Kemudian kita pisahkan kendaraan-kendaraan besar, kita masukkan ke buffer zone sehingga kendaraan-kendaraan kecil maupun bus bisa didahulukan," kata dia.
Tak hanya itu, bagi pemudik yang mengendarai kendaraan sepeda motor kata Dudy akan didahulukan memasuki kapal laut untuk menyeberang.
Sebab kata dia, kendaraan roda dua termasuk dalam kategori prioritas untuk diberangkatkan lebih dahulu.
"Kemudian juga kita prioritaskan juga kepada kendaraan roda dua, karena roda dua ya tidak punya atap dan sebagainya jadi kita prioritaskan mereka masuk," kata dia.
"Jadi ada penambahan kapal, buffer zone, kemudian prioritas kendaraan roda dua dan juga kendaraan kecil dan bus. Ya," tandas Dudy.
Sebelumnya, Korlantas Polri menyebut hingga saat ini antrean kendaraan yang mengakibatkan terjadinya macet "horor" di Pelabuhan Gilimanuk untuk keluar dari Bali masih cukup panjang.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal kemacetan panjang itu disebabkan karena antrean kendaraan yang akan masuk ke dalam kapal.
Baca tanpa iklan