Kebijakan tersebut mendorong peningkatan investasi smelter dan mengangkat posisi Indonesia sebagai produsen utama nikel dunia dengan pangsa sekitar 59,5 persen produksi global.
Perubahan tersebut turut membuka peluang pengembangan industri hilir, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik yang kini mulai dikembangkan di dalam negeri. Meski demikian, forum ini menekankan pentingnya keseimbangan kebijakan agar manfaat ekonomi dapat berkelanjutan.
Baca tanpa iklan