News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Peran Influencer Kripto Disorot, Industri Dorong Pengaturan dan Pengawasan Ketat

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

EDUKASI KRIPTO - CEO Indodax, William Sutanto. Ia menyebut aktivitas para kreator tidak hanya sebatas penyebaran informasi, tetapi juga telah menjadi bagian dari rantai bisnis, mulai dari promosi hingga edukasi pasar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti peran influencer dalam ekosistem kripto, seiring meningkatnya konsumsi informasi digital oleh masyarakat.

CEO Indodax, William Sutanto, menilai peran influencer tidak terpisahkan dari pertumbuhan industri, namun perlu diikuti dengan aturan yang jelas.

“Diperlukan pengaturan dan pengawasan yang lebih ketat agar ekosistem kripto tetap sehat dan berintegritas,” ujar William dikutip dari Kontan, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Di Tengah Pasar Kripto Selektif, Transparansi Jadi Faktor Penting Tingkatkan Kepercayaan Publik

Oleh sebab itu, dalam Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 sepanjang April–Mei 2026 oleh industri dan regulator, dilakukan perluasan dengan menyasar lebih banyak segmen, mulai dari masyarakat umum, akademisi, influencer, hingga pelaku industri dan aparat penegak hukum.

Edukasi dinilai menjadi kunci untuk memperluas basis pengguna sekaligus menjaga kepercayaan terhadap ekosistem aset digital yang masih berkembang.

BLK 2026 mengangkat tema integrasi inovasi blockchain dan kripto untuk mendorong transformasi ekosistem digital yang inklusif.

William menyampaikan, aktivitas para kreator tidak hanya sebatas penyebaran informasi, tetapi juga telah menjadi bagian dari rantai bisnis, mulai dari promosi hingga edukasi pasar.

Menurutnya, karakter industri kripto yang kompleks membuat peran pihak yang mampu menyederhanakan informasi menjadi penting. 

Tanpa edukasi yang memadai, risiko kesalahan persepsi di masyarakat dinilai cukup besar dan dapat menghambat perkembangan pasar.

Ia juga menyoroti meningkatnya risiko dari akun anonim yang berpotensi menyebarkan misinformasi hingga melakukan kampanye negatif. 

Kondisi ini dinilai dapat merugikan pelaku usaha sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap industri.

Pelibatan influencer dalam BLK 2026 menjadi salah satu langkah untuk mengarahkan peran tersebut agar lebih terstruktur. 

Industri mendorong adanya batasan yang jelas, sehingga aktivitas edukasi dan promosi tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat.

Selain itu, rangkaian BLK 2026 juga diisi dengan diskusi dan workshop di berbagai kota yang melibatkan komunitas, akademisi, pengembang teknologi, hingga regulator.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini