TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga minyak dunia turun sekitar 11 persen pada 17 April 2026 setelah Iran membuka Selat Hormuz untuk semua kapal komersial.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun US$10,42, atau 10,48 persen, menjadi US$88,97 per barel pada pukul 12.39 siang waktu AS setelah harganya sempat jatuh ke level terendah sesi di US$86,09.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun US$11,48, atau 12,12 persen, menjadi US$83,21 per barel, setelah menyentuh US$80,56.
Kedua kontrak tersebut diperdagangkan pada level terendah sejak 10 Maret, dan diperkirakan akan mengalami penurunan harian terbesar sejak 8 April.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Selat Hormuz telah terbuka menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.
“Dengan pasar yang kini dengan cepat mengurangi premi risiko ekstrem yang terbentuk selama dua minggu terakhir, harga minyak mentah kembali bergeser ke arah normalisasi aliran aktual daripada risiko gangguan,” kata analis Gelber & Associates dalam sebuah catatan.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Setiap perkembangan di kawasan ini berpotensi memengaruhi perdagangan global dan harga energi.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran setuju untuk tidak pernah menutup selat itu lagi.
Baca juga: Filipina Turunkan Harga BBM dan Elpiji
Kemajuan dalam negosiasi
Menurut seorang reporter Axios di X, AS dan Iran telah mencapai kemajuan dalam negosiasi terkait nota kesepahaman tiga halaman untuk mengakhiri perang.
Harga turun menyusul rencana negosiasi lebih lanjut antara AS dan Iran yang dijadwalkan pekan ini sekaligus meningkatkan harapan investor bahwa perang di Timur Tengah mungkin akan segera berakhir.
Menanggapi poin yang menjadi kendala dalam pembicaraan tersebut, Trump mengatakan bahwa Iran telah menawarkan untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun.
“Kita akan lihat apa yang terjadi. Tapi saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih pada 16 April.
Pada tanggal 17 April, Trump juga mengatakan bahwa AS telah melarang Israel melakukan pengeboman lebih lanjut di Lebanon, dengan nada yang lebih keras.
Tak lama setelah pengumuman bahwa selat tersebut telah dibuka, seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa blokade militer terhadap Iran yang melibatkan lebih dari 10.000 personel masih berlaku.
Baca tanpa iklan