News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

CEO GHD: Indonesia Berpotensi Jadi Ekonomi Terbesar Keempat Dunia pada 2050

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CEO GHD, Jim Giannopoulosmenilai Indonesia berpotensi menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050, didukung pasar domestik besar dan sumber daya alam melimpah. Ini disampaikan saat membuka kantor baru di Jakarta belum lama ini. Perusahaan ini menegaskan komitmen ekspansi untuk memperkuat kolaborasi di Asia Tenggara


 

Ringkasan Berita:

  • GHD menilai Indonesia berpotensi menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050, didukung pasar domestik besar dan sumber daya alam melimpah
  • Perusahaan ini menegaskan komitmen ekspansi di Indonesia melalui kantor baru di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi di Asia Tenggara
  • GHD juga menjalankan proyek air di Jambi serta riset transisi energi berkelanjutan di kawasan ASEAN

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan di panggung global. 

Dengan kombinasi sumber daya alam yang melimpah, populasi besar, dan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, negara ini diproyeksikan memainkan peran strategis dalam peta ekonomi dunia di masa depan.

CEO GHD Jim Giannopoulos, mengatakan Indonesia berpotensi menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050.

“Proyeksi tersebut bukan tanpa dasar, mengingat Indonesia memiliki fondasi kuat berupa pasar domestik yang besar serta posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional,” kata Giannopoulos saat membuka kantor di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Ekonomi Digital Tumbuh, Infrastruktur Daya Jadi Prioritas

Lebih jauh, Giannopoulos menyoroti adanya aspirasi kuat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

"Fokus utama terlihat pada sektor-sektor krusial seperti pangan, air, energi, dan mineral. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di bidang ini—mulai dari kekayaan mineral seperti nikel yang penting untuk industri baterai, hingga potensi energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya," katanya dikutip, Kamis (23/4/2026).

Terkait ekspansi perusahan yang berbasis di Melbourne dan fokus pada keberlanjutan, diversitas, dan pertumbuhan strategis ini di Indonesia merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas kolaborasi di kawasan Asia Tenggara. 

"Kami membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun sektor swasta," katanya.

Ditambahkan, keberhasilan operasional GHD sebelumnya di Singapura dan Filipina menjadi modal penting untuk memperkuat ekspansi ini.

Indonesia, dengan skala ekonomi dan kompleksitasnya, kata dia, menawarkan peluang yang jauh lebih besar, sekaligus tantangan yang mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Sebagai bagian dari ekspansi operasionalnya, GHD tengah menjalankan proyek percontohan kerja sama Kanada–Indonesia di Kota Jambi.

"Proyek ini berfokus pada penerapan teknologi pengukuran air canggih yang dikembangkan bersama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi dan Canadian Commercial Corporation," katanya.

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air di daerah, sekaligus memperkuat transfer teknologi antara Indonesia dan Kanada.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini