News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cadangan Beras Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ingatkan Ancaman El Nino Godzilla

Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CADANGAN BERAS - Petugas melakukan pengecekan rutin di gudang Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) Gadang, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (11/3/2026). Cadangan beras Indonesia melonjak hingga 5,1 juta ton, membuat kondisi pangan aman hingga 9 bulan ke depan.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melonjaknya cadangan beras Indonesia hingga 5,1 juta ton mendapat apresiasi dari anggota komisi IV DPR RI Rajiv.

Menurut Rajiv, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuktikan tidak yang tidak mungkin dicapai jika seorang menteri bersungguh-sungguh melaksanakan tugasnya.

"Presiden Prabowo, ngasih target 4 tahun tahun swasembada beras, tapi menteri Amran hanya membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk mewujudkannya. Ini luar biasa," puji Rajiv, Selasa (28/4/2026).

Lebih lanjut Rajiv mengakui prestasi produksi beras tahun lalu melonjak 13,29 persen, bahkan saat ini produksi beras per bulan mencapai 5,7 juta ton sehingga kondisi pangan Indonesia bisa dikatakan aman hingga 9 bulan kedepan.

"Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian dan ancaman gangguan pangan, kita justru aman karena memiliki cadangan pangan yang berlimpah hingga 324 hari kedepan. Bahkan setiap bulan produksi beras kita mencapai 5,7 juta ton," ungkap politisi partai NasDem ini.

Ia melihat selama ini kementerian pertanian sangat progresif dengan sejumlah program strategisnya seperti swasembada jagung dan gula, peningkatan produksi kopi, dan kakao.

 Program prioritas seperti ekstensifikasi sawah, optimalisasi lahan, penyediaan benih unggul, alsintan, subsidi pupuk, hilirisasi perkebunan/peternakan sudah dirasakan hasilnya saat ini.

Baca juga: Stok Beras Diklaim Melimpah, Pedagang Diminta Tidak Jual di Atas HET

Meski demikian, Rajiv mengingatkan agar Menteri Pertanian tidak lengah, karena tahun ini ancaman Godzilla Elnino bisa merusak seluruh target kementeriannya apabila tidak dihadapi dengan serius.

"Semua prestasi pastinya akan diuji dengan kondisi yang selalu berubah, tahun  kementan harus siap dan tidak lengah menghadapi Godzilla elnino berupa kemarau panjang juga lebih kering yang mengancam produksi pertanian kita," pungkas Rajiv.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan stok beras Bulog secara nasional mencapai 5 juta ton dan tertinggi sepanjang sejarah RI.

Amran mengatakan hal tersebut saat meninjau gudang beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, bersama Direktur Utama PT Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Baca juga: Guru Besar IPB Bicara Klaim Pemerintah Soal Data Stok Beras

"Alhamdulillah hari ini tanggal 23 April 2026. Sekarang jam berapa? Jam 08.55. Jam 08.55. Beras, stok beras seluruh Indonesia 5.000.198 ton. Ini adalah yang pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama," katanya kepada awak media, Kamis (23/4/2026).

Dengan naiknya stok beras nasional, saat ini seluruh gudang Bulog baik milik pemerintah mupun gudang swasta yang disewa Bulog sudah penuh.

Gudang yang dia kunjungi hari ini merupakan gudang swasta yang disewa Bulog dengan luas 6,1 hektare dengan kapasitas berasnya mencapai 102 ribu ton.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini