News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ancaman Krisis Energi

Konsumsi BBM Tembus 1,52 Juta Barel, Pemerintah Genjot Kedaulatan Energi

Penulis: Lita Febriani
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KENDARAAN LISTRIK - Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu di acara EV Transition in Mining Industry Outlook 2026, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026). (Tribunnews.com/Lita Febriani).

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketidakpastian geopolitik global, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga komoditas menjadi tantangan besar bagi sektor energi nasional.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah terus mendorong penguatan kedaulatan energi sebagai fondasi ketahanan ekonomi Indonesia.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu mengatakan, kemandirian dalam memenuhi kebutuhan energi menjadi kunci utama menghadapi dinamika global saat ini.

Baca juga: Pengusaha Bus Usul BBM Subsidi Hanya untuk Transportasi Umum

"Dunia saat ini dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik, perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. Oleh karena itu, kedaulatan sejati hanya dapat dicapai oleh bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan energinya dan mengelola sumber daya alamnya secara mandiri," tutur Jisman dalam sambutannya mewakili Wakil Menteri ESDM di acara EV Transition in Mining Industry Outlook 2026, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).

Dalam upaya mencapai kedaulatan energi nasional, Kementerian ESDM menetapkan tiga pilar utama, yakni kemandirian energi, ketahanan energi dan swasembada energi.

Kemandirian energi ditempuh melalui peningkatan kapasitas kilang guna menekan ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sementara itu, ketahanan energi difokuskan pada penguatan cadangan energi nasional, termasuk peningkatan kapasitas penyimpanan minyak mentah agar mampu memenuhi kebutuhan minimal selama 30 hari.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan mandatory bioetanol serta pemerataan akses energi di seluruh wilayah Indonesia.

Di sisi lain, kebutuhan energi nasional terus meningkat. Jisman mengungkapkan konsumsi BBM Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 1,52 juta barel per hari, yang dipenuhi dari produksi dalam negeri serta impor minyak mentah dan produk BBM.

"Beban puncak listrik nasional mencapai 52,3 GW di mana kapasitas terpasang sekarang sekitar 80 GW," ungkap Jisman.

Selanjutnya, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia telah mencapai 168 juta unit. Dari jumlah tersebut, sepeda motor mendominasi sebanyak 141 juta unit atau sekitar 83 persen, disusul mobil penumpang 20,5 juta unit, truk 6,3 juta unit, serta bus dan kendaraan khusus lainnya.

Untuk menjaga ketersediaan energi, pemerintah mengusung empat strategi utama. Pertama, pengurangan konsumsi energi secara masif dan terpusat. Kedua, peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui substitusi bahan bakar fosil dengan biofuel dan energi bersih.

Strategi ketiga adalah konversi menuju kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) sebagai bagian dari transisi struktural sektor transportasi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini