News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dolar AS di Kurs Jual Bank Indonesia Hari Ini Ditransaksikan Rp17.502,08

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUPIAH MAKIN MELEMAH - Petugas merapikan tumpukan mata uang dollar di Kantor Cabang Muamalat Tower, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Kurs jual dolar terhadap rupiah di Bank Indonesia hari ini tembus Rp17.502,08 per dolar AS. Sementara itu, kurs beli dolar AS sebesar Rp17.327,92.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Kurs jual dolar terhadap rupiah di Bank Indonesia hari ini tembus Rp17.502,08 per dolar AS. Sementara itu, kurs beli dolar AS sebesar Rp17.327,92.

Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak pagi. Pada Selasa pukul 11.47 WIB rupiah sudah melemah 89 poin atau 0,51 persen menjadi Rp17.503 dolar AS dibandingkan penutupan hari Senin, 11 Mei 2026 di level Rp17.414 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini dipicu oleh beberapa faktor. Dari dalam negeri, pasar menunggu rilis data dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengumumkan rebalancing saham-saham di pasar modal RI.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah juga dipengaruhi faktor eksternal terutama karena ketegangan di Selat Hormuz yang terus berlanjut.

“Ketegangan di Selat Hormuz ini masih terus memanas walaupun dianggap bahwa perang ini sudah usai kata Trump (Presiden AS Donald Trump),” kata Ibrahim kepada wartawan, Selasa, 12 Mei 2026.

Ketegangan di Teluk meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak keras proposal perdamaian yang diajukan Iran yang disusul serangan di Selat Hormuz.

Uni Emirat Arab (UEA) kini ikut terseret perang melawan Iran dengan menyerang kilang-kilang minyak milik Iran di Pulau Lavan.

"Uni Emirat Arab sampai saat ini pun juga terus melakukan penyerangan, walaupun tidak di-expose secara internasional. Ini mengindikasikan bahwa Uni Emirate Arab pun juga setelah keluar dari negara-negara anggota OPEC (Organisasi Negara Pengeskpor Minyak) terus melakukan penyerangan, bisa saja di belakangnya itu adalah Amerika,” kata Ibrahim.

Baca juga: IHSG Ambles 1,43 Persen, Nilai Tukar Rupiah Jebol Rp17.500 per Dolar AS

Konflik yang terus berlanjut di kawasan Teluk ini membuat indeks dolar menguat dan berdampak isgifikan terhadap kenaikan harga minyak mentah khususnya jenis Brent.

Pelemahan rupiah kali ini juga membuktikan bahwa indikator positif pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen, tidak mampu mendorong perbaikan ekonomi.

Ibrahim mengatakan, perekonomian RI di kuartal I 2026 banyak ditopang konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah dan kecil sekali dampaknya terhadap investasi.

DPR Minta Pemerintah Antisipasi

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta agar pemerintah dan pemangku kepentingan segera menyiapkan langkah antisipasi agar kondisi perekonomian nasional tidak makin memburuk oleh tekanan eksternal. 

“Kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut,” kata Puan kepada wartawan di sela Rapat Paripurna DPR, Selasa (12/5/2026). 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini