Nixon menyatakan, PT MKP memiliki positioning yang sangat strategis dalam ekosistem pelabuhan dan destinasi wisata Bali. Di antaranya Pelabuhan Matahari Terbit Sanur dengan sekitar 1,25 juta pengunjung per tahun serta Desa Wisata Penglipuran dengan sekitar 724 ribu pengunjung per tahun.
"Lalu ada Pelabuhan Sampalan Nusa Penida sekitar 465 ribu pengunjung, Pelabuhan Serangan Denpasar sekitar 284 ribu pengunjung, serta Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan sekitar 9 ribu pengunjung per tahun," ujar Nixon.
Sebelum kerja sama pengembangan ekosistem wisata Bali ini berjalan, BTN dan MKP telah lebih dulu berkolaborasi dalam beberapa proyek digitalisasi. Mulai dari fitur pemesanan tiket wisata di Bale by BTN, digitalisasi ticketing kawasan wisata Ancol, hingga digitalisasi sistem pembayaran dan core system INKOPPAS.
Total trafik pada ekosistem MKP saat ini mencapai lebih dari 4 juta pengunjung per tahun. Potensi volume transaksinya diperkirakan mencapai sekitar Rp280 miliar per tahun. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana digital banking, lifestyle ecosystem, dan tourism ecosystem dapat terintegrasi secara end-to-end.
“Kami berharap kerja sama ini memberi manfaat besar bagi kedua institusi sekaligus mendukung pariwisata nasional yang lebih modern, terintegrasi, dan digital,” terang Nixon.
Sementara itu, CEO & Co-Founder MKP Nicholas Anggada mengatakan, kolaborasi dengan BTN menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan sekaligus mengintegrasikan layanan keuangan dengan ekosistem pariwisata nasional yang semakin terdigitalisasi.
Melalui business unit travel technology, MKP menegaskan posisinya sebagai front-end banking solutions partner yang menghubungkan ekosistem ticketing, pembayaran, settlement, hingga pengelolaan data transaksi dalam satu infrastruktur digital terpadu.
"Pariwisata hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi bagaimana seluruh customer journey dapat terhubung secara seamless mulai dari booking, payment, boarding, hingga transaksi di area destinasi. Bersama BTN, MKP membangun connected tourism ecosystem yang mengintegrasikan layanan wisata dengan sistem keuangan digital secara end-to-end," ujar Nicholas.
Dia menambahkan, kepercayaan BTN terhadap MKP menjadi validasi penting atas kapabilitas perusahaan dalam membangun infrastruktur digital pada sektor transportasi dan pariwisata nasional.
Melalui unit bisnis travel technology, MKP saat ini dipercaya bersama BTN untuk mendukung pengelolaan transaksi operator kapal dan layanan wisata di sejumlah pelabuhan strategis Bali dan Nusa Penida. Di antaranya Pelabuhan Sanur Matahari Terbit, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida, Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan, dan Pelabuhan Sire Angen Serangan.
MKP juga merupakan perusahaan teknologi pertama dan satu-satunya yang telah terverifikasi Kementerian Perhubungan melalui SE DJPL Nomor 33 Tahun 2023 tentang implementasi e-ticketing pelayaran penumpang.
Selain sektor pelabuhan wisata, MKP juga dipercaya sebagai partner digitalisasi Desa Penglipuran dalam pengelolaan dana dan data transaksi kawasan wisata. Dalam kolaborasi tersebut, BTN hadir sebagai strategic banking partner yang mendukung penguatan sistem transaksi, layanan keuangan digital, serta pengelolaan dana yang lebih akuntabel dan terintegrasi dalam ekosistem wisata daerah.
Baca tanpa iklan