“Kalau ada yang ingin belajar atau tanya soal ekspor biasanya saya bantu sebisa mungkin,” katanya.
Pendampingan Rumah BUMN Solo
Koordinator Rumah BUMN Solo, Condro Rini, mengatakan pendampingan kepada UMKM tidak hanya soal penjualan, tetapi juga membangun kesiapan usaha agar mampu berkembang lebih jauh.
Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang memiliki produk bagus, tetapi belum memahami pemasaran digital maupun pengembangan usaha.
“Kami membantu lewat pelatihan, pendampingan, sampai membuka akses jejaring usaha,” kata Condro pada Minggu (10/5/2026).
Hingga kini terdapat sekitar 85.157 UMKM yang terdaftar pada rumahbumn.id.
Dari jumlah tersebut, sekitar 300 UMKM aktif dalam grup komunikasi daring Solo Raya.
Jumlah mitra terus meningkat dari tahun ke tahun, meskipun sempat menurun saat pandemi COVID-19.
Pasca pandemi, muncul banyak UMKM baru dari kalangan produktif, seperti mahasiswa dan lulusan baru.
Kriteria utama untuk menjadi mitra adalah memiliki semangat wirausaha, baik yang sudah punya usaha maupun yang baru ingin memulai.
Rumah BUMN Solo juga berperan dalam peningkatan daya saing dan akses pasar bagi UMKM.
Mereka menggandeng platform digital seperti Shopee dan Tokopedia untuk mendukung pemasaran daring.
Pelatihan yang diberikan mencakup public speaking, konten digital, dan editing video untuk menunjang promosi.
“Dengan pelatihan ini, UMKM bisa tampil beda dan punya ciri khas produk yang kuat,” kata Condro.
Produk mitra binaan juga sering diikutsertakan dalam pameran dan bazar, termasuk saat ada kunjungan direksi BRI atau pejabat kementerian.
Beberapa produk unggulan bahkan sudah berhasil menembus pasar ekspor seperti ke Kanada.
Kolaborasi menjadi prinsip utama dalam kerja Rumah BUMN Solo, sesuai arahan Kementerian BUMN.
Selain itu, Rumah BUMN Solo juga mendukung program tahunan BRI seperti BRI UMKM Ekspor yang mempertemukan pelaku usaha dan calon buyer dari luar negeri.
Tantangan terbesar yang dihadapi adalah membangun kesadaran UMKM tentang pentingnya peningkatan keterampilan usaha.
Condro menilai, pelatihan harus dikemas menarik agar UMKM tertarik belajar dan meningkatkan kapasitas mereka.
“Kami tidak ingin usaha mereka sekadar untung sesaat, tapi bisa bertahan bahkan sampai ke generasi berikutnya,” tambahnya.
Ke depan, Rumah BUMN Solo berkomitmen untuk terus memberikan dukungan berupa ilmu, keterampilan, dan akses jejaring bisnis bagi para UMKM.
Keberadaan Rumah BUMN Solo membawa manfaat bagi ribuan UMKM, juga menjadi rumah kedua para pelaku usahanya.
Di antaranya yang berhasil mengembangkan sayap adalah UMKM Lintang Kejora milik Rina Sulistyaningsih asar Kampung Baru hingga Sangkar Burung Eank Solo milik Eko Allif Muryanto asal Mojosongo yang telah mengirim produknya hingga ke Belgia.
Masih banyak lagi UMKM binaan Rumah BUMN Solo yang telah mandiri dan menjadi inspirasi UMKM lainnya di Solo Raya.
(*)
Baca tanpa iklan