News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

Pengamat Sebut Pernyataan Prabowo Soal Dolar AS Bikin Rupiah Makin Ambruk ke Rp17.600 per Dolar AS

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUPIAH AMBROL - Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi turut merespons pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto dalam menanggapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut kalau menguatnya dolar terhadap rupiah tidak perlu disikapi secara serius, sebab, masyarakat Indonesia khususnya orang-orang di desa tidak menggunakan dolar.

Terkait dengan hal tersebut, Ibrahim menilai kalau Prabowo telah menganggap enteng nilai mata uang negara yang dipimpinnya.

Baca juga: Menkeu Purbaya Soal Rupiah dan IHSG Ambruk: Tak Apa-apa, Nanti Diperbaiki

"Pernyataan Presiden Prabowo yang terlihat seperti menganggap enteng penguatan dolar terhadap rupiah dan diumpamakan seperti orang kampung, ya, orang desa yang tidak terpengaruh sama sekali karena tidak menggunakan dolar," kata Ibrahim saat dimintai tanggapannya, Senin (18/5/2026).

Dirinya lantas menduga kalau pernyataan Prabowo ini akan berakibat fatal terhadap nilai tukar rupiah ke depannya.

Kata Ibrahim bukan tidak mungkin, nilai tukar rupiah akan makin ambrol nantinya karena akan berdampak pada meningkatnya harga bahan-bahan pokok yang diimpor oleh negara, termasuk minyak.

"Ya, rupanya pernyataan dari Presiden Prabowo ini juga berakibat fatal terhadap pelemahan mata uang rupiah," kata dia.

"Kita tahu bahwa pada saat dolar mengalami penguatan, harga minyak mentah mengalami penguatan, kemudian berdampak terhadap impor minyak yang begitu besar, 1,5 juta barrel per hari," sambung Ibrahim.

Terhadap pernyataan Prabowo itu juga, Ibrahim meyakini kalau Presiden sedang mengolok-olok para pembantunya sendiri yang dinilai kurang mahir dalam menahan nilai mata uang rupiah.

Menurutnya, Prabowo ada dalam posisi yang bingung untuk bisa menguatkan kembali nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

"Nah, ini sebenarnya apa yang dikatakan oleh Prabowo, ini mengolok-olok pembantu presiden sendiri, para menterinya. Kenapa para menterinya tidak bisa membuat rupiah ini kembali lagi mengalami penguatan," kata Ibrahim.

"Banyak orang yang menganggap bahwa olok-olokan ini dijadikan alasan oleh pasar bahwa Prabowo saat ini dalam kondisi, ya, bingung karena apa rupiah terus mengalami pelemahan yang cukup signifikan," lanjutnya.

Akan tetapi, dirinya menyayangkan pernyataan dari Prabowo tersebut, seharusnya memberikan beragam penjelasan yang bersifat menenangkan masyarakat bukan justru sebaliknya.

Salah satunya kata dia, pemerintah harusnya menjelaskan bagaimana cara melakukan Atua menangani krisis dari melemahnya rupiah dengan mencari alternatif bagi bahan-bahan pokok yang selama ini masih impor, agar tidak terdampak pada penguatan nilai dolar.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini