Ringkasan Berita:
- Nilai tukar rupiah menguat ke angka Rp 17.653 per dolar AS pada Rabu (20/5/2026).
- Kali ini, rupiah menguat 0,29 persen dibanding hari sebelumnya Selasa (19/5/2026) di angka Rp 17.703 per dolar AS.
- Penguatan rupiah ini, setelah pidato Presiden RI Prabowo Subianto di DPR dan keputusan BI yang menaikkan suku bunga menjadi 5,25 persen.
TRIBUNNEWS.COM - Nilai tukar rupiah yang sempat tertekan dalam beberapa waktu terakhir, kini mulai menunjukkan penguatan terhadap dolar AS.
Dilihat dari situs Bloomberg pada Rabu (20/5/2026) sore, rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,29 persen dari hari kemarin, menjadi Rp 17.653 per dolar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 17.703 per dolar AS pada hari Selasa (19/5/2026).
Sementara itu, berdasarkan data kurs pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di angka Rp17.685 per dolar AS.
Bangkitnya rupiah ini, disinyalir karena respons positif pasar setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2027 dalam Rapat Paripurna (Rapur) DPR RI, Rabu pagi.
Presiden menyebut, pemerintah ingin menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada rentang Rp16.800-Rp17.500.
Pemerintah pun menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen dan inflasi berada di rentang 1,5 persen-3,5 persen.
Sentimen domestik lainnya, yakni adanya keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.
Sementara suku bunga deposit facility naik menjadi 4,25 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen.
Bank Indonesia menilai, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah.
Baca juga: Prabowo Bentuk Badan Ekspor Nasional, Pengamat: Bisa Tekan Kebocoran dan Perkuat Rupiah
Dari sisi sentimen global, Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan indeks dolar AS masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik antara AS, Israel, dan Iran.
Terkait prediksi nilai tukar rupiah pada Kamis (21/5/2026), ia memperkirakan, rupiah masih bergerak fluktuatif. Bahkan, berpotensi melemah di kisaran Rp 17.650-Rp 17.700 per dolar AS, sebagaimana dilansir Kontan.co.id.
Nilai Tukar Rupiah pada 5-20 Mei 2026
Berikut nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi JISDOR 5-20 Mei 2026 per dollar AS, dikutip dari Bank Indonesia:
- 20 Mei 2026: Rp17.685
- 19 Mei 2026: Rp17.719
- 18 Mei 2026: Rp17.666
- 13 Mei 2026: Rp17.496
- 12 Mei 2026: Rp17.514
- 11 Mei 2026: Rp17.415
- 8 Mei 2026: Rp17.375
- 7 Mei 2026: Rp17.362
- 6 Mei 2026: Rp17.405
- 5 Mei 2026: Rp17.425
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Kontan.co.id/Alya Fathinah)
Baca tanpa iklan