TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (21/5/2026) siang ambles 2 persen lebih.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pukul 11.08 WIB longsor 2,55 persen atau 160,86 poin ke level 6.157,64.
Awal perdagangan, IHSG dibuka menguat ke posisi 6.366,49 dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya 6.318,50.
Baca juga: Bagaimana Pergerakan IHSG Hari Ini setelah Pidato Prabowo dan BI Rate Naik? Berikut Kata Analis
Sejak dibuka pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.08 WIB, IHSG bergerak pada rentang 6.150,28 hingga 6.378,81,.
Nilai transaksi investor di pasar saham mencapai Rp8,10 triliun dengan melibatkan 15,45 miliar lembar saham.
Ada 598 saham merosot, 140 saham menguat, dan 221 saham stagnan.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan, secara teknikal IHSG masih berada dalam tren pelemahan.
Herditya menyebut pasar masih dibayangi tekanan dari aksi rebalancing MSCI serta sentimen regulasi sektor pertambangan.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menambahkan sentimen global turut menekan pergerakan pasar saham Asia, termasuk Indonesia.
Investor masih mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik Iran yang belum mereda.
"Kondisi ini mendorong harga minyak tetap tinggi dan berpotensi menjaga tekanan inflasi global, sehingga membuka peluang bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat," ujar Nico dikutip dari Kontan.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga merespons pidato Presiden Prabowo terkait kerangka anggaran 2027, khususnya rencana ekspor sumber daya alam melalui skema satu pintu lewat BUMN.
Menurut Nico, kebijakan tersebut memunculkan kekhawatiran investor terhadap potensi meningkatnya intervensi pemerintah dan dampaknya terhadap efisiensi serta tata kelola usaha.
Baca tanpa iklan