News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Saham

Pergerakan IHSG Pagi Ini Anjlok 2 Persen Lebih ke Level 5.969

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SAHAM ANJLOK - Pengunjung beraktivitas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG dibuka pukul 09.00 WIB ambles ke level 6.065,63 dari posisi penutupan kemarin 6.094,94.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pagi anjlok 2 persen lebih.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pukul 09.00 WIB ambles ke level 6.065,63 dari posisi penutupan kemarin 6.094,94.

Pukul 09.02 WIB, IHSG sudah terjun 2,05 persen atau 125,25 poin ke level 5.969,69.

Baca juga: Investor Ritel Nangis Sahamnya Makin Ambles

Dalam dua menit perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 5.966,86 hingga 6.071,69.

Ada 482 saham melemah, 84 saham menguat, dan 393 saham stagnan.

Tercatat, pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG ditutup anjlok 3,54 persen ke level 6.094,94.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, sentimen pasar masih akan dipengaruhi oleh pergerakan rupiah, arus dana asing, perkembangan konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran, serta respons pasar terhadap kebijakan ekonomi domestik.  

"Pasar juga akan mencermati stabilitas harga minyak dunia serta arah yield obligasi AS yang masih menjadi indikator penting bagi aliran dana global ke emerging market," ujarnya.

Dalam jangka pendek, lanjut Hendra, investor sebaiknya mulai fokus pada saham-saham defensif dan emiten dengan fundamental kuat yang relatif tahan terhadap tekanan eksternal.  

"Tekanan utama datang dari kombinasi sentimen domestik dan global," tukas Hendra.

Dari dalam negeri, pasar merespons negatif meningkatnya ketidakpastian kebijakan pemerintah terkait rencana pembentukan badan pengatur ekspor sumber daya alam yang dinilai dapat memperpanjang birokrasi dan menurunkan daya saing ekspor nasional.  

Investment Specialist KISI, Azharys Hardian sebelumnya menyampaikan, pelemahan IHSG dipicu kejutan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen, yang berada di atas konsensus pasar. 

"Langkah ini memang menjadi dilema tersendiri bagi pemerintah; di satu sisi efektif untuk menahan pelemahan rupiah, namun di sisi lain langsung memberikan tekanan bagi pasar ekuitas," ujar Azharys .

Menurutnya, sentimen negatif ini makin diperberat oleh kekhawatiran pasar terkait detail skema ekspor BUMN yang belum jelas.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini