News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Saat Rupiah Tertekan, Proyek Properti Berbasis Pendidikan Dinilai Lebih Tahan Guncangan

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TAHAN TEKANAN DOLAR - Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama operasi antara PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) dan PT Art Design Indonesia (ADI) untuk pengembangan kawasan Urbanova di Surabaya Timur. Proyek berbasis Edu Hub Ecosystem ini dinilai memiliki prospek jangka panjang di tengah tekanan pelemahan rupiah dan kenaikan dolar AS. (HO/IST)

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberi tekanan pada sejumlah sektor bisnis, termasuk properti. Kenaikan kurs berpotensi meningkatkan biaya konstruksi, terutama untuk material impor dan kebutuhan pendukung proyek.

Namun di tengah kondisi tersebut, proyek properti berbasis ekosistem pendidikan dinilai memiliki daya tahan lebih kuat dibanding pengembangan konvensional.

Pandangan itu menjadi salah satu dasar PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengembangkan Urbanova di Surabaya Timur.

Baca juga: Tren Penjualan Rumah Second Mulai Naik, Bagaimana Prospek Pasar Properti di Indonesia?

Dalam pelaksanaan proyek, KOTA menggandeng PT Art Design Indonesia (ADI), ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama operasi antara PT DMS Propertindo Tbk dan  di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, pekan kemarin.

Tahan Guncangan Volatilitas Global

Direktur Urbanova Tatang Sukmana menjelaskan, proyek ini mengusung konsep Edu Hub Ecosystem pertama di Indonesia yang menggabungkan hunian, pendidikan, bisnis, olahraga, hingga lifestyle dalam satu kawasan terpadu.

Tatang mengatakan gejolak nilai tukar memang memberi tekanan jangka pendek terhadap industri properti.

Meski demikian, ia menilai permintaan terhadap kawasan terintegrasi dengan fundamental kuat tetap akan tumbuh.

“Kenaikan dolar memang memberi tekanan jangka pendek, tetapi kebutuhan terhadap properti berkualitas dan integrated living tetap tumbuh. Justru aset properti dengan fundamental kuat cenderung lebih resilient di tengah volatilitas global,” ujar Tatang, dikutip Senin (25/5/2026).

Menurut Tatang, proyek berbasis pendidikan memiliki karakter pasar yang relatif stabil karena ditopang aktivitas jangka panjang dari mahasiswa, tenaga pengajar, pelaku bisnis, hingga komunitas industri. Hal tersebut berbeda dengan proyek properti yang hanya mengandalkan penjualan residensial semata.

Urbanova sendiri dibangun di Surabaya Timur yang selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi pusat ekspansi kota dan kawasan industri baru.

Lokasinya berada di sekitar sejumlah kampus besar seperti UPN Veteran Jawa Timur, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Surabaya.

Potensi pasar di kawasan itu dinilai besar. Jumlah mahasiswa di sekitar proyek diperkirakan mencapai lebih dari 64 ribu orang. Selain itu, kawasan tersebut juga dekat dengan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang dihuni ratusan perusahaan dan puluhan ribu pekerja.

Kombinasi pendidikan dan industri itulah yang menjadi dasar pengembangan Urbanova. Perusahaan menilai model seperti ini telah terbukti berhasil di berbagai kota dunia seperti One-North Singapura, Dubai Knowledge Park, hingga distrik pendidikan Boston di Amerika Serikat (AS), di mana kawasan pendidikan berkembang menjadi pusat ekonomi baru.

Baca juga: KAI Properti Buka Lowongan Kerja Petugas Penjaga Pintu Perlintasan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini