Ia menilai pasar properti sekunder dapat menjadi solusi untuk mengurangi backlog perumahan nasional. Dukungan harga yang lebih kompetitif dan fasilitas KPR bunga rendah disebut menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.
Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Syukriah HG menyatakan, pelaksanaan Lelang Akbar BTN 2026 sejalan dengan momentum peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia.
Menurutnya, sistem lelang kini terus diperkuat melalui digitalisasi layanan agar semakin cepat, transparan dan mudah diakses masyarakat.
"Kami meyakini sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam menentukan kesuksesan Lelang Akbar BTN 2026 sekaligus memperluas partisipasi publik dalam ekosistem lelang nasional," kata Syukriah.
Baca tanpa iklan