News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas Hampir Sentuh Rp17.900 per Dolar AS, Berikut Faktor Pemicunya

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NILAI TUKAR RUPIAH - Petugas merapikan mata uang rupiah dan dollar di Kantor Cabang Muamalat Tower, Jakarta. Sekitar pukul 12.00 WIB, rupiah spot di posisi Rp 17.876 per dolar AS, merosot 0,42?ri sehari sebelumnya di level Rp 17.801 per dolar AS.

Lalu ketika ditanya akankah melakukan pengujian kembali ketahanan APBN buntut tren anjloknya nilai tukar rupiah, Purbaya mengatakan tidak akan melakukannya.

Dia mengungkapkan hal tersebut tidak akan dilakukan karena pihaknya telah menghitung APBN dengan asumsi harga minyak dunia menyentuh 100 dolar AS per barel.

Purbaya pun lantas berkelakar dirinya yang akan stres jika harga minyak dunia melebihi asumsi.

"Ya saya stres (kalau harga minyak dunia melebihi asumsi). Nggak (ada pengujian kembali ketahanan APBN). Kita udah hitung pada waktu simulasi 100 dolar per barel, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan."

"Jadi enggak ada masalah. Saya enggak harus hitung ulang APBN-nya," tuturnya.

Di sisi lain, Purbaya mengungkapkan dampak dari anjloknya rupiah yakni imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan.

Ia mengatkan hal itu buntut dari pemerintah yang melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

Purbaya mengatkan selama pasar obligas Indonesia terkendali, aliran modal asing masuk.

Setelah itu, sambungnya, akan ada langkah yang akan dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai tukar rupiah secara signifikan.

Namun, ia tidak menjelaskan langkah seperti apa yang akan dilakukan.

"Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga."

"Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan," katanya.

Dampak Pelemahan Rupiah

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) Daniel Suhardiman mengatakan, industri elektronika nasional saat ini masih sangat bergantung pada bahan baku dan komponen impor karena keterbatasan pasokan dari dalam negeri.

"Pelemahan Rupiah ini tentunya menjadi beban tambahan bagi industri, di satu sisi kami masih berjuang untuk mengatasi kenaikan harga material dan komponen yang sangat signifikan. Sebagai informasi, rantai pasok industri elektronika saat ini sekitar 60 persen masih bergantung impor karena ketidaktersediaan di dalam negeri," tutur Daniel kepada Tribunnews.com, Kamis (28/5/2026).

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini