Gabel melihat, secara ideal para produsen elektronik perlu menyesuaikan harga jual untuk menutup kenaikan biaya produksi.
Akan tetapi, kondisi pasar yang saat ini sedang lesu membuat pelaku industri tidak bisa sembarangan menaikkan harga.
"Idealnya kami harus menaikkan harga jual sebanding dengan dampak tersebut, namun dengan turunnya daya beli masyarakat saat ini, kami tidak bisa gegabah melakukan langkah ini. Kalaupun dilakukan, hanya sebagian kecil saja kerugian yang bisa kami tutup dengan kenaikan harga jual," ungkapnya.
Daniel memprediksi dalam waktu dekat akan ada penyesuaian harga produk elektronik di pasar. Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada kebijakan masing-masing merek.
"Kami prediksi idealnya akan seperti itu, namun tergantung kebijakan masing-masing merek," terang Daniel Suhardiman.
Terkait besaran kenaikan harga, Daniel menyebut produsen umumnya akan berusaha menahan kenaikan agar tidak terlalu tinggi.
Ia juga menambahkan, penyesuaian harga nantinya tidak hanya berlaku untuk produk baru, melainkan bisa mencakup seluruh produk elektronik yang dipasarkan.
"Ini juga tidak bisa kami prediksi, tapi biasanya produsen akan berusaha menghindari kenaikan harga di atas 5 persen, kecuali keadaan kahar (force majeure). Biasanya berlaku untuk semua barang," jelas Daniel.
Baca tanpa iklan