Kehadiran fasilitas pemurnian ini dinilai memperkuat hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas tambang dalam negeri.
Tri menyebut tiga proyek smelter yang telah selesai dan mulai beroperasi yakni smelter milik PT Aneka Tambang Tbk di Pomalaa, PT Vale Indonesia Tbk di Sulawesi, serta smelter tembaga PT Freeport Indonesia di JIIPE Gresik. Ketiga proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kapasitas pengolahan mineral di dalam negeri.
"Khusus untuk smelter tembaga PT Freeport di JIIPE Gresik, kehadirannya menjadi salah satu tonggak penting untuk memperkuat kapasitas pemurnian konsentrat tembaga dalam negeri," ujar Tri dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI.
Secara keseluruhan, pemerintah mencatat terdapat 14 smelter terintegrasi dalam program hilirisasi mineral nasional. Rinciannya terdiri atas enam smelter nikel, enam smelter bauksit, satu smelter tembaga, dan satu smelter besi.
Dari jumlah tersebut, lima smelter telah selesai dibangun dan sembilan sisanya masih dalam proses penyelesaian. Total realisasi investasi dari proyek-proyek tersebut mencapai US$7,8 miliar.
Program hilirisasi minerba tersebut dapat meningkatkan nilai tambah komoditas tambang nasional. Sejalan dengan itu, peningkatan pendapatan negara dari sektor ini diharap mamu mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Caption:
Foto: pertambangan mineral
Kontribusi sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) terhadap perekonomian Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang awal 2026.
Baca tanpa iklan