Oleh karena itu, ia meminta agar program pendidikan tinggi dibuat lebih akseleratif dan inklusif demi mencetak tenaga kerja terdidik untuk menopang program hilirisasi dan industrialisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
"Pendidikan tinggi harus inklusif, komersialisasi pendidikan di kampus harus segera di koreksi. Apabila terlambat mengakselerasi hal ini, kita akan tertinggal oleh Vietnam, Malaysia dan Thailand," imbuh Said.
Sebagai informasi, dalam KEM PPKF 2027, pemerintah mengusulkan sejumlah asumsi makro di antaranya: pertumbuhan ekonomi 5,8-6,5 persen, inflasi 1,5-3,5 persen, nilai tukar Rp 16.800-17.500 per dollar AS, yield SBN 6,5-7,3 persen, dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) 70-95 dollar AS per barel.
Baca tanpa iklan