Ringkasan Berita:
- Kabakom Muhammad Qodari menjelaskan alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax sejak 10 Juni 2026.
- Presiden Prabowo telah menyiapkan berbagai strategi agar Indonesia bisa mengurangi kebergantungan terhadap impor energi meski menghadapi tantangan sebagai negara net importer.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari menjelaskan alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax mulai Rabu, 10 Juni 2026.
Qodari bilang, keputusan menaikkan harga BBM nonsubsidi tidak lepas dari kondisi global. Konflik yang terjadi di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, mempengaruhi dinamika harga minyak mentah di pasar global yang cenderung naik.
Posisi strategis Iran yang menguasai Selat Hormuz membuat setiap ketegangan di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran pasokan minyak mentah ke berbagai negara.
Indonesia yang sudah menjadi nett importer minyak ikut terdampak. "Kalau soal BBM, faktor dari luar negeri sangat besar karena de facto kita sebagai bangsa ini memang ketinggalan," ujar Qodari dalam keterangan tertulis dikutip Senin (15/6/2026).
Dia bilang, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai strategi agar Indonesia bisa mengurangi kebergantungan terhadap impor energi meski masih dihadapi dengan tantangan besar karena volume produksi minyak domestik belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Dia bilang, kebutuhan energidi dalam negeri saat ini mencapai 1,6 juta liter per hari, sementara Indonesia hanya bisa memproduksinya sebanyak 600 ribu liter per hari.
"Soal energi pasti lebih sulit. Kenapa? Karena memang impor kita sangat besar. Kebutuhan kita sehari 1,6 juta liter, tapi kita cuma bisa produksi 600 ribu," katanya.
Baca juga: Demo Mahasiswa Hari Ini di Jakarta, Kalsel, dan Majalengka: Tuntut Evaluasi MBG, Turunkan Harga BBM
Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan berbasis bahan baku domestik antara lain melalui program biodiesel B50 untuk solar dan pengembangan campuran etanol E20 untuk bensin.
"Ada macam-macam strategi yang dikerjakan oleh Pak Prabowo. Bangsa ini harus mandiri. Bangsa ini harus maju. Lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi. Itu kan semua (usaha) Pak Prabowo," kata dia.
Dia mengklaim, pemerintah memutuskan tetap mempertahankan harga BBM Pertalite agar tidak ikut terdampak pada gejolak harga minyak dunia.
"Jangan lupa bahwa BBM di kita ini ada dua. Ada yang disubsidi, ada yang harga pasar. Yang disubsidi kan nggak naik, tetap," ujarnya.
Di masyarakat, aksi penolakan terhadap kenaikan harga Pertamax masih terus terjadi. Hari ini, sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus perguruan tinggi dan swasta menggelar aksi demo menolak kenaikan Pertamax.
Aksi digelar di Jakarta dan sejumlah kota Tanah Air seperti Medan, Majalengka, Semarang serta kota-kota di luar Jawa.
Dalam tuntutannya, mahasiswa juga menolak dilanjutkannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dituding menjadi biang makin membengkaknya defisit anggaran APBN dan jadi ladang korupsi pejabat.
Baca tanpa iklan