News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Importir Lambat Keluarkan Kontainer di Tanjung Priok, Dirjen Bea Cukai Singgung BYD dan Wuling

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menyebut penumpukan ribuan kontainer di pelabuhan bukan disebabkan oleh lambatnya proses kepabeanan, melainkan importir terlambat mengeluarkan barang dari area pelabuhan.

Ringkasan Berita:

  • Menurut Djaka, dalam beberapa kasus kontainer bahkan masih berada di pelabuhan lebih dari dua minggu setelah seluruh proses administrasi kepabeanan selesai
  • Bea Cukai akan mendorong percepatan pemindahan kontainer ke kawasan penyangga atau lini dua di luar pelabuhan agar penumpukan kontainer tidak kembali terjadi dan arus logistik tetap lancar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengungkapkan penumpukan ribuan kontainer yang sempat terjadi di pelabuhan bukan disebabkan oleh lambatnya proses kepabeanan, melainkan karena sejumlah importir terlambat mengeluarkan barang dari area pelabuhan.

Djaka menjelaskan, pelayanan Bea Cukai untuk proses masuk dan keluarnya barang telah berjalan sesuai standar nasional. Namun, setelah dokumen dan izin pengeluaran barang selesai, masih ada perusahaan yang tidak segera memindahkan kontainernya keluar dari pelabuhan.

Baca juga: Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan Kasus Korupsi, Prabowo Diminta Tegas

"Kontainer-kontainer tersebut sudah mengalami pengeluaran barang, ini masih terjadi penumpukan karena para pelaku tidak dengan segera melakukan pengeluaran," kata Djaka saat Raker dengan Komisi XI DPR RI, Senin (15/6/2026).

Ia mencontohkan sejumlah perusahaan otomotif, seperti BYD dan Wuling, yang masih memanfaatkan fasilitas penyimpanan kontainer di pelabuhan setelah Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) diterbitkan.

Menurut Djaka, dalam beberapa kasus kontainer bahkan masih berada di pelabuhan lebih dari dua minggu setelah seluruh proses administrasi kepabeanan selesai.

"Karena contohnya seperti BYD kemudian dari Wuling itu masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama 3 hari setelah SPPB keluar, malah bahkan lebih dari 2 minggu dia tidak angkat keluar," tutur dia.

Akibat kondisi tersebut, jumlah kontainer yang menumpuk di pelabuhan sempat mencapai hampir 10 ribu unit. Untuk mengatasi persoalan itu, Bea Cukai bersama otoritas terkait meminta perusahaan-perusahaan tersebut segera mengeluarkan kontainernya dari area pelabuhan.

Djaka menegaskan, dari sisi kepabeanan tidak ada kendala karena seluruh administrasi dan perizinan telah selesai diproses.

"Dia memanfaatkan 3 hari di pelabuhan hak yang masih bisa dia peroleh. Itu yang dimanfaatkan oleh perusahaan karena kesulitan tempat di luar sehingga mereka dengan mengingat cost yang lebih murah daripada di luar, mereka dengan memanfaatkan itu," tegas Djaka.

Ke depan, Bea Cukai akan mendorong percepatan pemindahan kontainer ke kawasan penyangga atau lini dua di luar pelabuhan agar penumpukan kontainer tidak kembali terjadi dan arus logistik tetap lancar.

"Mungkin ke depannya kita akan memanfaatkan segera mendorong mereka ke lini 2 di tempat di luar pelabuhan," papar dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini