Tes serologi yang digunakan untuk mencari antibodi dalam darah dilakukan pada anjing tersebut pada 3 Maret 2020 kemarin.
Anjing tersebut dinyatakan negatif pada 12 Maret 2020.
Artinya, tidak ada antibodi khusus terkait virus corona ditemukan dalam sistem anjing tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, AFCD mengatakan hasil tes serologi negatif tidak menunjukkan anjing itu tidak terinfeksi virus corona.
"Diketahui dalam beberapa kasus infeksi manusia tanpa gejala atau ringan dengan jenis virus corona lain, antibodi mungkin tidak selalu berkembang," papar AFCD.
Departemen tersebut sebelumnya mengatakan, susunan genetik virus yang ditemukan pada anjing dan kontak manusia sangat mirip.
"Hasil urutan (gen) menunjukkan virus kemungkinan menyebar dari orang terinfeksi dan kemudian menginfeksi anjing," terang AFCD dalam pernyataan.
AFCD kembali menekankan saat ini tidak ada bukti hewan peliharaan bisa menjadi sumber infeksi atau mereka bisa terpapar virus corona.
Ia menambahkan bahwa selain memelihara praktik kebersihan yang baik, pemilik hewan peliharaan tidak perlu terlalu khawatir.
Dan dalam keadaan apa pun mereka tidak boleh meninggalkan hewan peliharaan mereka.
Sejauh ini, empat hewan peliharaan, di antaranya kucing dan tiga anjing - telah ditempatkan di fasilitas pemeliharaan hewan di Pelabuhan Hong Kong Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau.
Selain dari Pomeranian, tiga hewan lainnya, kucing shorthair yang eksotis, seekor Shiba Inu dan seekor anjing hutan.
Tiga hewan tersebut terbukti negatif untuk virus yang mematikan itu.
Baca: BREAKING NEWS: BNPB Minta Pemerintah Desa Optimalkan Penanganan Virus Corona
Baca: Dampak Pandemi Virus Corona, Kejuaraan Badminton Asia 2020 Ditunda
Baca: BREAKING NEWS - Penanganan Corona, Kepala BNPB: Hentikan Perdebatan
Baca: El Rumi Bagikan Kisahnya Hidup di London Saat Wabah Corona, Berjuang Cari Hand Sanitizer dan Masker
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan