News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Boris Johnson Sampaikan Tanggapan Inggris Soal Varian Omicron

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual tentang pandemi Covid-19, di dalam 10 Downing Street di pusat kota London pada 27 Januari 2021. Johnson mengatakan Rabu bahwa sekolah akan menjadi tempat pertama yang diizinkan untuk dibuka kembali, tetapi tidak sebelum 8 Maret paling cepat, setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi bagi orang-orang yang paling rentan pada pertengahan Februari.

Perlu diketahui, kasus pertama dari strain tersebut terdaftar pada awal bulan ini di Botswana dan diidentifikasi di Afrika Selatan (Afsel).

Kemudian dari sana, secara cepat varian ini menjadi yang dominan di Afsel.

Saat ini Omicron pun telah menyebar ke Eropa, Asia dan Timur Tengah.

Pemberian nama Omicron dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada pertemuan darurat Jumat lalu.

Empat pasien Botswana pertama yang datang dengan infeksi varian baru ini semuanya telah divaksinasi sepenuhnya.

Melihat temuan ini, sejumlah badan ilmiah pun telah memperingatkan bahwa vaksin Covid-19 saat ini kemungkinan tidak efektif untuk melawannya Omicron.

Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Eropa memperingatkan pada Jumat lalu bahwa Omicron dikaitkan dengan 'peningkatan penularan, pengurangan signifikan dalam efektivitas vaksin dan peningkatan risiko terjadinya infeksi ulang'.

Kendati demikian, Johnson mengklaim bahwa vaksin terutama suntikan booster, memberikan 'beberapa derajat' perlindungan terhadap Omicron.

Ia pun mengumumkan pemerintahnya akan meningkatkan kampanye untuk memberikan booster 'ke berbagai kelompok' secara meluas selama beberapa pekan mendatang.

Sejauh ini, sekitar 16 juta warga Inggris telah menerima suntikan booster, namun lebih dari 250.000 kasus baru virus ini telah tercatat di Inggris setiap minggunya sejak awal Oktober lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini