TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto batal memberikan pembekalan Peserta Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Sedianya Prabowo dijadwalkan memberikan pembekalan kepada para petugas haji.
Baca juga: Penyebab Enam Calon Petugas Haji Dicopot saat Diklat, Wamenhaj: Tidak Semua Peserta Otomatis Lulus
Meski begitu, Prabowo menyampaikan salam dan pesan melalui Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan.
Sambutan Prabowo dibacakan oleh Gus Irfan yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam sambutannya, Prabowo menggarisbawahi bahwa Indonesia setiap tahun memberangkatkan jemaah haji dalam jumlah terbesar di dunia.
Menurutnya, petugas haji menyangkut dengan martabat bangsa Indonesia.
"Amanah ini tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah, tetapi juga menyangkut kehormatan bangsa, kepercayaan umat, serta wibawa Indonesia di hadapan dunia internasional," kata Prabowo yang dibacakan Gus Irfan.
Para petugas haji, kata Prabowo, adalah perwakilan negara yang akan berhadapan langsung dengan jemaah dari berbagai latar belakang, kondisi fisik, dan psikologis.
Sekaligus menjadi cerminan Indonesia di mata Pemerintah dan masyarakat internasional.
"Petugas Penyelenggara Ibadah Haji berada pada posisi yang sangat strategis. Saudara-saudara adalah wajah negara di hadapan jemaah. Saudara-saudara adalah wajah negara di hadapan dunia," ujarnya.
Tugas petugas haji, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan integritas, kedisiplinan, dan kepekaan dalam melayani.
"Pekerjaan ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. Ia memerlukan integritas, kedisiplinan, serta kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki dampak langsung bagi keselamatan dan kenyamanan jemaah," ucapnya.
Dirinya menilai pembekalan PPIH menjadi tahap krusial dalam mempersiapkan petugas sebelum bertugas di Arab Saudi.
Baca tanpa iklan