News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Persiapan Jemaah Haji 2026, Pakar Ingatkan Cek Kesehatan 3 Bulan sebelum Berangkat

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI IBADAH HAJI - Persiapan ibadah haji tidak hanya soal fisik dan mental, tetapi juga kesiapan kesehatan yang matang sejak jauh hari sebelum keberangkatan. Pakar menegaskan pendekatan kesehatan haji harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sebelum, selama, hingga setelah ibadah berlangsung.

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Persiapan ibadah haji tidak hanya soal fisik dan mental, tetapi juga kesiapan kesehatan yang matang sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

Dokter, peneliti Global Health Security, dan pakar epidemiolog Dicky Budiman menegaskan bahwa pendekatan kesehatan haji harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sebelum, selama, hingga setelah ibadah berlangsung.

Ia menyebut konsep ini sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

“Pertama ya, saya ingin sampaikan bahwa secara prinsip pendekatan kesehatan haji ini mengacu pada continue of care yang namanya. Jadi pra, selama, dan pascaibadah haji,"ungkapnya pada Tribunnews, Sabtu (18/4/2026). 

Menurut Dicky, tahapan paling krusial dimulai dari fase pra-keberangkatan, terutama melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Ia menekankan bahwa screening dan pengendalian penyakit penyerta atau komorbid menjadi prioritas utama.

“Jadi yang perlu dilakukan adalah medical check-up comprehensive, minimal tiga bulan lah sebelum keberangkatan," imbaunya. 

Baca juga: Deretan Sosok Jemaah Haji Tertua 2026 di DIY-Jateng, Mbah Mardijiyono Asal Bantul Berusia 103 Tahun

Langkah ini penting mengingat mayoritas kasus sakit hingga kematian pada jemaah haji berkaitan dengan penyakit kronis.

Beberapa di antaranya seperti penyakit jantung, diabetes melitus, penyakit paru kronik, hingga gagal ginjal.

Tak hanya pemeriksaan, penyesuaian terapi juga perlu dilakukan agar kondisi jemaah benar-benar stabil sebelum berangkat.

Selain itu, penilaian kelayakan kesehatan untuk bepergian atau fitness to travel juga menjadi bagian penting dalam tahap ini.

Dicky mengungkapkan bahwa data terbaru menunjukkan dominasi penyakit kronis pada kasus jemaah haji.

Ia merujuk pada studi dalam dua tahun terakhir.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini