News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Waspada Cuaca Ekstrem Haji 2026, Risiko Heat Stroke hingga Dehidrasi Perlu Diantisipasi

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Cuaca panas ekstrem diprediksi masih akan menjadi tantangan besar bagi jemaah haji pada 2026. Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan bahwa adaptasi terhadap suhu tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam persiapan kesehatan haji.

Ringkasan Berita:

  • Cuaca panas ekstrem haji 2026 tingkatkan risiko dehidrasi, heat stroke, gangguan kesehatan serius
  • Jemaah diminta menjaga cairan, hindari panas, gunakan pelindung dan pakaian sesuai
  • Kenali gejala awal gangguan panas, segera istirahat dan tangani sebelum kondisi darurat

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Cuaca panas ekstrem diprediksi masih akan menjadi tantangan besar bagi jemaah haji pada 2026.

Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, mulai dari dehidrasi hingga heat stroke yang dapat berakibat fatal.

Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan bahwa adaptasi terhadap suhu tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam persiapan kesehatan haji.

Ia menyebut risiko ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat suhu di Arab Saudi bisa melampaui batas aman bagi tubuh manusia.

“Karena di prediksi haji 2026 ini kami masih dalam musim panas ekstrim di Arab Saudi dengan risiko ya tentu heat stroke, dehidrasi, dan gangguan elektrolit," kata Dicky pada Tribunnews, Sabtu (18/4/2026). 

Menurut Dicky, kondisi panas ekstrem tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan, terutama bagi jemaah dengan penyakit kronis.

Dehidrasi, misalnya, dapat memperburuk kondisi diabetes hingga memicu gangguan ginjal.

Selain itu, panas berlebih juga dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko kelelahan saat menjalankan rangkaian ibadah.

Untuk itu, manajemen cairan menjadi langkah paling krusial yang harus diperhatikan jemaah.

“Minum satu gelas, dua gelas setiap 20-30 menit saat aktivitas," lanjutnya. 

Baca juga: Persiapan Jemaah Haji 2026, Pakar Ingatkan Cek Kesehatan 3 Bulan sebelum Berangkat

Ia juga menyarankan penggunaan cairan elektrolit, terutama saat tubuh banyak mengeluarkan keringat.

Selain menjaga asupan cairan, jemaah juga diimbau menghindari aktivitas di bawah terik matahari pada waktu tertentu, serta menggunakan pelindung seperti payung atau penutup kepala.

Penggunaan pakaian yang longgar, ringan, dan berwarna terang juga menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap panas.

Dicky juga menekankan pentingnya mengenali tanda awal gangguan akibat panas.

“Dengan memahami ada genjala awal berupa pusing, lemas, kram otot, ataupun muak," imbuhnya. 

Jika gejala tersebut muncul, jemaah disarankan segera beristirahat, mencari tempat teduh, dan meningkatkan asupan cairan.

Namun, jika muncul tanda bahaya seperti kebingungan atau penurunan kesadaran, kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat medis dan harus segera ditangani tenaga kesehatan.

Kesimpulannya, risiko kesehatan pada haji 2026 merupakan kombinasi antara penyakit kronis, infeksi, dan stres panas ekstrem.

Namun, dengan persiapan yang tepat dan langkah pencegahan yang disiplin, risiko tersebut dapat diminimalkan sehingga jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini