News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Menhaj Minta Petugas Haji Bersiap Hadapi Kemungkinan Terburuk Akibat Konflik di Timur Tengah

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PETUGAS HAJI - Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat melepas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Gus Irfan meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah untuk bersiap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk akibat kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah untuk bersiap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk akibat kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Gus Irfan mengatakan kondisi geopolitik Timur Tengah masih belum stabil. 

Baca juga: Ratusan Petugas Haji Daker Makkah Berangkat ke Tanah Suci, Diingatkan Tugas Utama

"Karena kita tahu situasi politik di sana, situasi geopolitik di sana tidak jelas, sehingga berbagai kemungkinan-kemungkinan pun bisa terjadi. Jika terjadi kemungkinan terjelek pun, Anda semua harus siap," kata Gus Irfan.

Hal tersebut dikatakan Gus Irfan saat melepas keberangkatan PPIH Daker Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sebanyak 200 orang petugas haji akan ditugaskan di Daker Makkah. 

 

 

Dia mengatakan para petugas haji telah ditempa selama proses pelatihan. 

Proses pelatihan terhadap petugas haji telah dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari. 

Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga mengingatkan para petugas untuk menjaga kesehatan dan ketahanan fisik menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

"Karena itu ketika pelatihan kemarin kita selalu tekankan, petugas haji bukan pekerjaan yang ringan, bukan pekerjaan yang nyaman, tapi pekerjaan fisik, pekerjaan mental yang luar biasa berat," katanya. 

Gus Irfan menegaskan tugas PPIH bukan sekadar administratif, tetapi juga merupakan tanggung jawab kemanusiaan.

Menurutnya, Makkah menjadi titik paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena menjadi pusat berkumpulnya jemaah dari seluruh dunia, termasuk di Arafah dan Mina. 

Sehingga kualitas pelayanan petugas akan sangat menentukan kenyamanan dan kekhusyukan ibadah jemaah.

"Kesalahan sedikit pun dianggap sebagai kesalahan negara. Sebaliknya, keberhasilan saudara adalah keberhasilan negara secara keseluruhan," ujarnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini