TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan tambahan jemaah haji yang tutup usia di Tanah Suci di hari operasional haji ke-12.
Hingga Minggu (3/5/2026), total tercatat tujuh jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi.
Baca juga: Arab Saudi Tangkap 7 WNI Kasus Haji Ilegal, Barang Bukti Mengejutkan Disita
Dua jemaah terakhir yang wafat di Madinah adalah:
- Siti Sri Rahayu Sanusi (kloter SOC-12) asal Kabupaten Pekalongan
- Endar Jaya Purwadi (kloter BPN-01) asal Kota Samarinda
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Hasan Afandi, menyampaikan duka mendalam bagi para keluarga yang ditinggalkan.
"Sehingga total jemaah wafat menjadi tujuh orang," kata Hasan dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).
Selain laporan wafat, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi sorotan utama.
Data terkini menunjukkan ribuan jemaah memerlukan intervensi medis; mulai dari 5.576 orang yang menjalani rawat jalan, hingga ratusan jemaah yang harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Saat ini, masih ada 39 jemaah yang berjuang sembuh di RSAS.
Meski demikian, secara umum arus pemberangkatan dan pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah diklaim tetap berada dalam jalur yang aman.
Hasan menegaskan bahwa sistem koordinasi di lapangan berjalan solid guna meminimalkan hambatan teknis.
"Alhamdulillah, berdasarkan data hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Seluruh proses terus kami kawal agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jemaah," ujar Hasan.
Sejauh ini, konsentrasi jemaah masih banyak berada di Madinah dengan total 165 kloter, sementara 19 kloter lainnya sudah mulai merapat ke Makkah.
Mengingat cuaca ekstrem yang sedang berlangsung, Kemenhaj mewanti-wanti jemaah untuk tidak memaksakan diri, rutin meminum air putih, serta membatasi barang bawaan saat beraktivitas di luar.
Baca tanpa iklan