Kurang istirahat, kelelahan, obesitas, serta kondisi sakit seperti demam atau infeksi paru dapat meningkatkan risiko heatstroke.
"Jangan pakai pakaian yang berlebihan, pakai pakaian yang senyamannya, secukupnya, yang adem. Misal untuk wanita jangan pakai pakaian yang berlebihan, berlapis-lapis dan diharapkan pakai tutup kepala, bisa topi, payung," jelas dr Ridwan.
Upaya lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kecukupan cairan tubuh.
Jemaah haji dianjurkan untuk sering minum dalam jumlah sedikit, tapi berkala, misalnya 2–3 teguk setiap 15 menit. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan minum dalam jumlah besar sekaligus.
Untuk membantu menurunkan suhu tubuh, jemaah haji juga dapat menggunakan semprotan air atau menyiram kepala dengan air agar terasa lebih sejuk.
Dengan memahami tahapan dan gejala heatstroke, diharapkan jemaah haji dapat lebih waspada serta menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah haji di tengah cuaca panas ekstrem.
Baca tanpa iklan