Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Ruang layanan transportasi di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Mekah menjadi pusat kendali utama pergerakan bus jemaah haji Indonesia di Kota Makkah.
Ruang berukuran 6x4 meter yang di dalamnya terdapat lima layar itu berfungsi sebagai pusat monitoring dan tracking operasional ratusan bus Angkutan Kota Angkutan Perhajian (AKAP) selama musim haji 2026.
Dari ruangan tersebut, petugas haji dari layanan transportasi memantau pergerakan bus dari Madinah ke Makkah maupun sebaliknya, secara real time melalui sistem digital.
Kepala Seksi (Kasi) Transportasi Daker Makkah, Moh Afifuddin Zuhri menjelaskan, sistem itu terhubung dengan aplikasi khusus yang menampilkan posisi bus berdasarkan GPS yang terpasang pada setiap armada.
"Dengan GPS yang terpasang di bus, petugas dapat mengetahui posisi bus hingga estimasi waktu kedatangan dari Madinah ke sektor tujuan di Makkah," kata Afif kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (10/5/2026).
Cara kerjanya, petugas di ruang kendali akan melakukan tracking (pelacakan) setiap bus pengangkut jemaah haji setelah mendapatkan jadwal keberangkatan dari petugas haji di Madinah.
Baca juga: Transformasi Layanan Konsumsi Haji 2026: PPIH Arab Saudi Digitalisasi 1,19 Juta Boks Makanan Jemaah
Pelacakan berbasis kelompok terbang (kloter), nomor lambung yang berada di dalam bus, dan perusahaan operator transportasi yang kemudian dicocokkan dengan GPS.
Setelah mengetahui posisi bus berdasarkan titik GPS, petugas akan memperkirakan waktu tempuh bus menuju hotel tujuan di Makkah menggunakan aplikasi Google Maps.
Ketika terdapat permintaan dari sektor, petugas di ruang kendali langsung melakukan penelusuran posisi bus berdasarkan nomor kloter dan nomor lambung.
Proses tracking tersebut dapat dilakukan dalam waktu singkat, mulai dari sekitar 30 detik hingga dua menit karena seluruh data sudah terintegrasi dalam sistem.
"Biasanya petugas haji di sektor atau wilayah pemondokan jemaah haji meminta informasi di mana posisi bus tersebut untuk memastikan, mereka memiliki kesiapan untuk melayani kedatangan. Tidak hanya ketika bus hampir sampai di Makkah, masih jauh pun, petugas dari sektor meminta informasi tersebut," urai Afif.
Ia menambahkan, estimasi waktu perjalanan terkadang tidak selalu akurat tergantung kondisi di lapangan. Oleh karena itu, sistem tracking digunakan untuk memperbarui informasi secara berkala.
Monitor Perjalanan Bus AKAP
Selain pelacakan, pihaknya juga melakukan monitoring perjalanan bus AKAP Madinah-Makkah menggunakan perangkat komunikasi bernama Bravo.
Dengan piranti mirip handy talky (HT) tersebut, petugas dari sektor akan meminta informasi dari ruang kendali di kantor daker yang kemudian dicek melalui GPS.
Baca tanpa iklan