Menurut Yuliati, makanan bagi jemaah haji bukan hanya sekadar penambah energi selama menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi pengobat rindu terhadap masakan Indonesia karena cita rasanya tetap khas Nusantara.
Hal senada disampaikan jemaah lainnya, Sukarti. Ia mengapresiasi sajian yang disiapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) karena dinilai sesuai dengan kebutuhan jemaah, khususnya lanjut usia.
"Alhamdulillah cukup, rasanya juga disesuaikan dengan jemaah haji yang lansia," ujarnya.
Cita Rasa Nusantara
Sementara itu, Koordinator Konsumsi Sektor 10 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Abjan Halek memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Menurutnya, tidak ada keluhan dari jemaah terkait makanan yang disediakan katering.
"Alhamdulillah sampai sekarang aman, tidak ada masalah. Bahkan jemaah tidak pernah komplain soal konsumsi," kata dia.
Ia menjelaskan, konsep makanan yang disediakan memang dirancang dengan cita rasa Nusantara sehingga lebih mudah diterima oleh jemaah Indonesia.
"Sebagaimana konsep awal yang disampaikan Kemenhaj, makanan ini adalah makanan dengan rasa Nusantara dan itu betul-betul dinikmati oleh jemaah," katanya.
Untuk distribusi makanan, pihak sektor telah mengatur jadwal pengambilan secara terstruktur berdasarkan kloter dan rombongan.
Makanan pagi mulai disiapkan sejak pukul 04.30 waktu setempat dan dapat diambil usai salat subuh. Sementara makan siang mulai tersedia pukul 12.00 dan makan malam disiapkan sejak pukul 16.30 waktu setempat.
Namun, antusiasme para ketua rombongan disebut sangat tinggi. Bahkan sebelum jadwal pengambilan dimulai, mereka sudah menunggu di area distribusi makanan.
"Kadang jam setengah 11 sudah ada yang standby untuk mengambil makan siang," ujarnya.
Di Hotel Al-Hidayah Tower 1 terdapat sembilan kloter JKB dengan total distribusi konsumsi mencapai lebih dari 3.000 porsi untuk setiap waktu makan.
Selain itu, layanan khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia yang membutuhkan makanan tertentu, seperti bubur.
Permintaan tersebut akan diteruskan kepada pihak katering agar disiapkan sesuai kebutuhan jemaah.
"Kalau ada jemaah yang minta bubur, kami sampaikan ke penyedia makanan dan langsung disiapkan," katanya. (*)
Baca tanpa iklan