News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Kemenhaj Ancam Sanksi KBIHU yang Pasang Identitas di Tenda Arafah dan Mina

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TENDA ARAFAH - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, melarang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memasang identitas kelompok dalam bentuk apapun di tenda Arafah dan Mina menjelang puncak ibadah haji 2026. Foto suasana tenda di Arafah yang nanti akan ditempati jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah haji, Kamis (7/5/2026).

Ringkasan Berita:

  • Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dilarang memasang identitas kelompok dalam bentuk apapun di tenda Arafah dan Mina menjelang puncak ibadah haji 2026.
  • Petugas akan mencabut seluruh identitas KBIHU yang dipasang di area tenda.
  • Kemenhaj juga akan memberikan sanksi kepada KBIHU yang melanggar ketentuan tersebut.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, melarang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memasang identitas kelompok dalam bentuk apapun di tenda Arafah dan Mina menjelang puncak ibadah haji 2026.

Larangan tersebut diungkap di tengah upaya Kemenhaj menyelesaikan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina.

Baca juga: Apresiasi Terobosan Baru Kemenhaj, Dubes RI untuk Arab Saudi Soroti Penataan Tenda di Arafah

"Kami mengimbau kepada seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas KBIHU dalam bentuk apapun di seluruh tenda di Arafah dan Mina," kata Ichsan dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/5/2026). 

Ichdan menegaskan petugas akan mencabut seluruh identitas KBIHU yang dipasang di area tenda.

Kemenhaj, kata Ichsan, akan memberikan sanksi kepada KBIHU yang melanggar ketentuan tersebut.

"Petugas akan mencabut identitas KBIHU yang terpasang dan akan memberikan sanksi bagi yang melakukannya, karena semua sudah diberikan penempatan oleh petugas," ujarnya.

 

 

Menurut Ichsan, penataan tenda telah diatur secara resmi oleh petugas untuk memastikan distribusi dan penempatan jemaah berjalan tertib selama fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Ichsan mengatakan terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, petugas kloter, petugas sektor, untuk pengawasan pelaksanaan puncak ibadah haji. 

"Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk," kata Ichsan.

Rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan dimulai pada Senin (25/5/2026) mendatang. 

Pada hari itu, jemaah haji Indonesia mulai bergerak dari Kota Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini