News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

2 Pos Kesehatan Disiagakan di Arafah dan Mina

Penulis: Sri Juliati
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TIBA DI ARAFAH - Jemaah haji asal kloter BDJ 18 telah tiba di Markaz 61 Arafah, Senin (25/5/2026). Jemaah haji Indonesia diberangkatkan menuju ke Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 pagi hari ini atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 H.

TRIBUNNEWS.COM - PPIH Arab Saudi telah menyiagakan dua pos kesehatan, masing-masing di Arafah dan Mina. 

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang berlangsung mulai Selasa, 26 Mei 2026.

"Kami menyiagakan masing-masing satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna," kata juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf dalam konferensi pers, Senin (25/5/2026).

Selain itu, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah yang terdiri dari Adhoc Arofah, Koordinator Markas, Pengawas Konsumsi, hingga petugas-petugas lainnya juga telah disiagakan.

Para petugas akan menempati ke berbagai titik layanan agar bisa memastikan, pergerakan Jemaah berjalan tertib, aman, dan terpantau.

Diketahui, jemaah haji mulai didorong dari Makkah ke Arafah pada Senin hari ini mulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi.

"Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah," tambahnya.

Ia menjelaskan, pergerakan jemaah menuju Arafah dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

"Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman," lanjutnya.

Selain kesiapan teknis, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah.

"Bagi jemaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit," jelas Maria.

Baca juga: Puncak Ibadah Haji, 267 Jemaah Lansia Ikuti Safari Wukuf

Sementara bagi jemaah perempuan, selama dalam keadaan ihram, tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan. 

Seluruh jemaah juga harus menjaga diri dari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk.

Maria juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Armuzna yang membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas intensif.

"Kami meminta seluruhnya jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji," ujarnya.

Jemaah juga diimbau menggunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. 

"Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini